<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>ide &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://wordpress.com/tag/ide/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "ide"</description>
	<pubDate>Wed, 08 Oct 2008 10:36:37 +0000</pubDate>

	<generator>http://wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Plastik dari Sawit ]]></title>
<link>http://moechah.wordpress.com/?p=162</link>
<pubDate>Wed, 08 Oct 2008 10:01:30 +0000</pubDate>
<dc:creator>moechah</dc:creator>
<guid>http://moechah.da.wordpress.com/2008/10/08/plastik-dari-sawit/</guid>
<description><![CDATA[TEMPO Interaktif, : Siapa yang tak akrab dengan kantong-kantong plastik. Bahkan Agus Haryono, peneli]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone" title="sawit" src="http://www.biotek.lipi.go.id/images/sawit.jpg" alt="" width="118" height="115" /><strong>TEMPO <em>Interaktif</em></strong>, : Siapa yang tak akrab dengan kantong-kantong plastik. Bahkan Agus Haryono, peneliti polimer di Pusat Penelitian Kimia Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), tidak mampu benar-benar melepaskan diri darinya. Padahal Agus terhitung paham benar efek negatif plastik.<br />
Plastik boleh jadi anak emas industri kimia sejak lebih dari setengah abad lalu. Disisipi <em>plasticizer</em>, Polyvinyl Chloride (PVC) yang identik dengan pipa serta bahan pengganti baja dan kayu dalam bidang konstruksi memang bisa melentur. Disisipi agen yang bisa membuatnya lentur, PVC bisa merambah kebutuhan bidang lainnya, seperti insulasi listrik, kemasan makanan, pakaian, dan medis.</p>
<p><img src="http://www.biotek.lipi.go.id/images/plastik.jpg" border="0" alt=" " hspace="6" vspace="6" width="132" height="87" align="right" /></p>
<p>Tapi di sinilah masalahnya. Agus menerangkan, beberapa penelitian membuktikan bahwa agen <em>plasticizer</em> yang jamak digunakan, yakni <em>dioctyl phthalate</em> (DOP), bisa memicu kanker dan beberapa kelainan hormon pada mencit. Bukan tidak mungkin terjadi pula pada manusia. "Sampai sekarang belum ada yang melarang (penggunaan plastik) mentang-mentang pengujian masih pada tikus," kata Agus. "DOP masih menjadi bahan baku penting plastik karena murah."<!--more--></p>
<p>Agus menjelaskan, DOP adalah senyawa organik yang mudah larut dalam lemak, terutama pada suhu panas. Ini jelas berbahaya apabila plastik digunakan sebagai kemasan makanan. Adapun kantong-kantong darah dan cairan infus di bidang medis, misalnya, memang tidak melibatkan suhu hangat, tapi tetap saja ada risikonya. "Karena penggunaannya yang jangka panjang," kata Agus.</p>
<p>Mulai 2004, Agus dan timnya mencoba mencari solusi alternatif untuk bahan baku <em>plasticizer</em> pengganti DOP. Pilihan jatuh pada senyawa turunan minyak sawit yang kalaupun terlarut akan tetap aman dikonsumsi tubuh. Yang penting, bahan tetap lentur dan mampu bertahan melawan panas.</p>
<p>Agus terinspirasi senyawa turunan minyak sawit itu oleh inovasi yang sudah lebih dulu dilakukan di Amerika Serikat yang memanfaatkan senyawa turunan minyak kedelai. "Kalau kedelai saja bisa, kenapa kelapa sawit yang banyak ditanam di Indonesia tidak bisa," begitu pemikiran doktor berusia 39 tahun itu.</p>
<p>Pada tahun itu pula Agus mulai meneliti 11 macam jenis senyawa turunan minyak sawit dalam berbagai kandungan asam lemak dan panjang rantai karbon. Ia menyeleksi untuk mendapatkan komposisi senyawa yang mampu mempertahankan sifat fisik plastik, seperti ketika menggunakan DOP.</p>
<p>Pada 2005, Agus dan kawan-kawannya berhasil mendapatkan tiga yang paling bagus. Satu di antaranya adalah senyawa IPO alias <em>isopropyl oleate</em><em>. Dari segi harga, IPO memang yang paling bisa menyaingi harga DOP. Sebagai perbandingan, DOP dijual Rp 2.200 per liter, sedangkan IPO Rp 3.500 per liter.</p>
<p>Tapi penggunaannya belum bisa menggantikan DOP sepenuhnya. "IPO paling optimal adalah sebanyak 40-60 persen," katanya. "Kalau 100 persen, campuran masih keras seperti seng."</p>
<p>Agus sebenarnya masih punya satu alternatif lainnya yang lebih ampuh ketimbang IPO, yakni IBO atau </em><em>isobutyl oleate</em>. Senyawa yang satu ini bisa menekan penggunaan DOP sampai tersisa 20 persen saja. "Tapi harganya lebih mahal," ujarnya.</p>
<p>Karena alasan itulah Agus dan Pusat Penelitian Kimia LIPI tetap memilih IPO untuk disiapkan ke dalam proses produksi tahun ini juga. "Ini sudah yang terbaik," katanya sepekan lalu sambil menambahkan bahwa kecenderungan saat ini di dunia ketika DOP sudah mulai ditinggalkan.</p>
<p>Dimulai dengan proses pemurnian bahan-bahan pembantu, seperti alkohol, di laboratorium sendiri demi menekan biaya, mereka rencananya akan memproduksi 2 ton IPO. "Kenaikan harga bahan-bahan saat ini memang menyulitkan, tapi kami akan berusaha mencari pasar untuk IPO ini," kata Agus. l wuragil</p>
<p>Sumber : www.tempointeraktif</p>
<p>foto sawit : <span style="font-family:arial,sans-serif;"><span style="color:#008000;">niaga.pusri.co.id</span></span></p>
<p>foto plastik : <span style="font-family:arial,sans-serif;"><span style="color:#008000;">mave.files.wordpress.com</span></span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Minyak Tanah Kosong, Kotoran Sapi Pun Berguna ]]></title>
<link>http://moechah.wordpress.com/?p=159</link>
<pubDate>Wed, 08 Oct 2008 09:57:30 +0000</pubDate>
<dc:creator>moechah</dc:creator>
<guid>http://moechah.da.wordpress.com/2008/10/08/minyak-tanah-kosong-kotoran-sapi-pun-berguna/</guid>
<description><![CDATA[ KOMPAS/M SYAIFULLAH  Reaktor biogas milik Iskak, warga Jalan Pondok Empat, Kelurahan Loktabat Utara]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div><img src="http://www.kompas.com/data/photo/2008/05/16/075631p.jpg" border="0" alt=" " hspace="6" vspace="6" width="298" height="225" align="left" /> <a href="http://www.kompas.com/read/xml/2008/05/16/07542523/minyak.tanah.kosong.kotoran.sapi.pun.berguna#">KOMPAS/M SYAIFULLAH </a> Reaktor biogas milik Iskak, warga Jalan Pondok Empat, Kelurahan Loktabat Utara, Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Dengan biogas dari kotoran sapi ternaknya itulah ribuan kepala keluarga di Indonesia memanfaatkan energi alternatif. Jumat, 16 Mei 2008 &#124; 07:54 WIB</div>
<p align="justify"><strong>Oleh M syaifullah dan C Sapto Antowalyono</strong></p>
<p align="justify">Hanya sekali sulut, api berwarna biru pun langsung menyala. "Lihat apinya. Birunya sama seperti api dari kompor gas elpiji," kata Iskak, lelaki berumur sekitar 50 tahun, warga Gang Arjuno, Jalan Pondok Empat, Loktabat Utara, Banjarbaru, Kalimantan Selatan.</p>
<p align="justify">Sejak dua tahun lalu, keluarga Iskak dan belasan tetangganya menikmati manfaat kotoran hewan yang sebelumnya terbuang percuma di desanya itu. Repot pada awal penyiapannya, tetapi kemudian menyenangkan pada hari-hari berikutnya.<!--more--></p>
<p align="justify">Selesai menyalakan kompor, Samnah, istrinya, datang membawa ikan segar yang baru dibeli. "Tidak hanya bahan bakar minyak (BBM) yang naik, harga ikan pun ikut naik. Kami bersyukur karena kompor ini kami bisa hemat tidak beli BBM," katanya.</p>
<p align="justify">Kompor yang dimiliki keluarga Iskak bukan kompor minyak tanah atau gas. Bentuk kompor hampir sama, yang membedakan bahan bakarnya menggunakan gas yang dihasilkan kotoran sapi atau kompor biogas.</p>
<p align="justify">Berkat kompor itu, dua tahun terakhir mereka tak seperti warga lain yang direpotkan kenaikan harga BBM dan elpiji. Harga minyak tanah di Banjarmasin dan Banjarbaru saat ini mencapai Rp 5.000 per liter. Harga eceran elpiji tabung 12 kilogram sudah lebih dari Rp 100.000.</p>
<p align="justify">Bagi keluarga Iskak yang tinggal di rumah batako sederhana, di tengah kondisi harga-harga terus naik, penggunaan biogas yang hemat sangat berarti. "Uang BBM yang tidak terpakai saya gunakan untuk membeli tambahan pakan sapi. Agar gemuk, sapi diberi tambahan pakan ampas tahu dan tapioka," ujarnya.</p>
<p align="justify">Dari usaha ternak, Iskak pun memiliki mobil pikap dan sepeda motor. Mobil untuk alat angkut sapi yang akan dijual dan pengangkut pakan ternak.</p>
<p align="justify">Kompor biogas milik Iskak adalah bagian dari proyek Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tahun 2006. Ketika itu, ESDM membangun 50 instalasi biogas lengkap dengan kompor biogasnya. Sepuluh unit diberikan kepada peternak sapi di Banjarbaru dan 40 lainnya disebar bagi peternak di Kabupaten Tabalong, Balangan, dan Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan (Kalsel).</p>
<p align="justify">Peternak sapi memang menjadi sasaran proyek ini karena selama ini kotoran sapi belum banyak dimanfaatkan kecuali untuk pupuk kandang. Iskak dipilih karena punya sapi lebih dari lima ekor sehingga ternaknya memenuhi syarat jumlah pasokan kotoran untuk pembuatan biogas.</p>
<p align="justify">Sekarang ini Iskak bahkan sudah punya 35 sapi potong. Tahun 2006, peternak Banjarbaru memiliki 4.729 sapi.</p>
<p align="justify">Biogas dihasilkan dari kotoran sapi atau biomassa lewat proses dan instalasi yang disebut reaktor biogas. Dibangun di samping rumah Iskak, reaktor itu terbuat dari dua tabung besar dari plastik yang dikencangkan seperti balon. Pada tabung balon pertama sepanjang 4 meter diberi pipa besar untuk memasukkan kotoran sapi pada bagian depannya. Pada bagian belakang juga diberi pipa saluran untuk keluar kotoran sapi yang telah terpakai.</p>
<p align="justify">Dari bagian atas tabung pertama itu juga diberi selang yang menghubungkan ke tabung balon kedua berukuran panjang 2 meter. Tabung kedua menampung gas dari kotoran tersebut. Untuk menyalurkan gas ke kompor diberi selang yang dilengkapi alat mengontrol tekanan gas. Alat itu berfungsi apabila kelebihan, gas akan keluar sendiri. "Biogas yang dihasilkan bisa dipakai 2-3 hari tanpa bau kotoran sapi lagi," paparnya.</p>
<p align="justify">Pemanfaatan biogas ternyata juga dikembangkan peternak sapi di Kelurahan Kalampangan, Kecamatan Sabangau, Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah (Kalteng). Permukiman transmigrasi ini dipilih karena rata-rata keluarga memiliki 5-10 sapi.</p>
<p align="justify">Menurut Ketua Kelompok Tani Karya Jaya II Hadi Karsono, kelompok tani yang dipimpinnya pada tahun 2007 menerima bantuan 12 unit instalasi biogas dari Departemen ESDM.</p>
<p align="justify">Apa yang dilakukan Departemen ESDM dikerjakan pula Departemen Kelautan dan Perikanan dengan pengembangan energi alternatif, listrik tenaga surya (LTS) sejak tahun 2003, di 15 provinsi di seluruh Indonesia, dengan 3.831 kepala keluarga penerima proyek LTS ini. Tahun 2007, sebanyak 800 reaktor biogas juga dikembangkan di Pulau Sapudi, Kabupaten Sumenep, Jatim, pulau penghasil ternak sapi unggul (Kompas, 14/5).</p>
<p align="justify">Sebelum ada bantuan instalasi biogas, petani Kalteng itu rata- rata membeli 35 liter minyak tanah per bulan untuk memasak. Setelah menggunakan biogas, tiap keluarga hanya membeli 15-20 liter minyak tanah per bulan. Uang yang ada digunakan Hadi untuk membeli bibit sayur yang ditanam di ladangnya seluas 1 hektar. Dari hasil berkebun sayur, seperti sawi putih, lombok, dan jagung, serta beternak sapi itulah rumah Hadi yang dulunya kayu kini sudah menjadi semipermanen. Bahkan, dia juga memiliki sepeda motor, pengangkut sayur dan hasil kebunnya. "Minyak tanah hanya saya pakai saat darurat, misalnya jika pengisian kotoran sapi ke kantong terlambat," katanya.</p>
<p align="justify">Kepala Dinas Kehewanan Provinsi Kalteng Tute Lelo menuturkan, Pemprov Kalteng sejak tiga tahun terakhir juga membangun reaktor biogas di seluruh Kalteng untuk mendorong peternak membuat sendiri biogas.</p>
<p align="justify">Reaktor milik Hadi dapat berfungsi empat jam sehari untuk memasak. "Sudah setahun, 12 unit instalasi biogas milik petani beroperasi dengan baik. Yang penting, kami punya perasaan mandiri sekarang karena mengelola biogas ini," kata Hadi.</p>
<div>
<strong>M Syaifullah,Cyprianus Anto Saptowalyono</strong></div>
<div></div>
<div>Sumber : www.kompas.com</div>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Nyamplung, Potensi Baru Biofuel ]]></title>
<link>http://moechah.wordpress.com/?p=156</link>
<pubDate>Wed, 08 Oct 2008 09:53:59 +0000</pubDate>
<dc:creator>moechah</dc:creator>
<guid>http://moechah.da.wordpress.com/2008/10/08/nyamplung-potensi-baru-biofuel/</guid>
<description><![CDATA[
www.phytomania.com
Nyamplung atau kosambi 				   				   						 			                          
JAKART]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div style="width:300px;float:left;margin-right:10px;"><img src="http://www.kompas.com/data/photo/2008/09/23/152924p.jpg" border="0" alt="" width="298" /><br />
<a href="http://www.kompas.com/read/xml/2008/09/23/14552488/nyamplung.potensi.baru.biofuel..#">www.phytomania.com</a><br />
Nyamplung atau kosambi 				   				   						 			                          <!--- video --></div>
<p align="justify">JAKARTA, SELASA - Sekitar tiga juta bibit tanaman nyamplung yang berpotensi digunakan sebagai sumber energi biofuel akan ditanam di tiga ribu hektar lahan di seluruh Indonesia. Hal itu dikatakan Menteri Kehutanan MS Kaban setelah membuka seminar nasional "Nyamplung, Sumber Energi Biofuel yang Potensial" di Manggala Wanabhakti, Jakarta, Selasa (23/9).</p>
<p align="justify">"Tanaman ini sudah ditanam di lahan seluas hampir 400 ribu hektar yang tersebar di seluruh Indonesia, seperti di daerah pesisir pantai Ciamis, Cilacap dan Papua," ujar Kaban. <!--more--></p>
<p align="justify">Menurut Kaban, Indonesia memiliki potensi 800 ribu ha lahan yang bisa ditanami nyamplung di wilayah dengan ketinggian 0-200 meter. Tanaman ini dipilih sebagai sumber energi biofuel karena bijinya mengandung rendemen minyak tinggi. Satu kilogram biji kering nyamplung mengandung hampir 74 persen minyak.</p>
<p align="justify">"Kandungan itu lebih besar 2 kali lipat dari biji jarak dan bahkan semua tanaman  penghasil bahan bakar nabati lainnya," kata Kaban.</p>
<p align="justify">Saat ini Departemen Kehutanan sedang melakukan riset terkait pembudidayaan tanaman dengan nama ilmiah Calophyllum inophyllum L tersebut. "Dephut mendapat amanat untuk berperan dalam penyediaan bahan baku dan ijin pemanfaatan lahan untuk pengembangannya," katanya.</p>
<p align="justify">Langkah tersebut sebagai bagian dari kebijakan energi nasional yang menargetkan tahun 2025 Bahan Bakar Nabati (BBN) memenuhi 5 persen dari kebutuhan energi nasional.</p>
<p align="justify">Biofuel</p>
<p align="justify">Nyamplung alias kosambi biasa tumbuh di tepi sungai atau pantai yang berudara panas dengan ketinggian hingga 200 m dpl (dari permukaan laut). Ciri-ciri pohon nyamplung antara lain batangnya berkayu, bulat, warna coklat, daunnya tunggal, bersilang berhadapan, bulat memanjang atau bulat telur. ujung daun tumpul, pangkal membulat, tepinya rata. Daun bertulang menyirip itu panjangnya 10-21 cm, lebar 6-11 cm dengan tangkai 1,5-2,5 cm.</p>
<p>Bunga nyamplung biasanya majemuk dan berbentuk tandan. Sementara buahnya bulat seperti peluru, diameter 2,5-3,5 cm, berwarna hijau, dan berubah cokelat jika kering. Biji buah bulat, tebal, keras, berwarna coklat. Pada inti terdapat minyak berwarna kuning.</p>
<p align="justify">Tinggi pohon nyamplung lebih kurang 20 meter dan berakar tunggang. Setiap pohon nyamplung menghasilkan sekitar 250 kg biji. Jumlah biji yang sudah kering (termasuk kulit) per kilogram mencapai kurang lebih 240 buah. Biji nyamplung ini menghasilkan minyak (biofuel) yang kadar oktannya cukup tinggi.</p>
<p>Sumber : kompas.com</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Anda Perlu Tahu Kode Plastik]]></title>
<link>http://moechah.wordpress.com/2008/10/08/150/</link>
<pubDate>Wed, 08 Oct 2008 09:42:15 +0000</pubDate>
<dc:creator>moechah</dc:creator>
<guid>http://moechah.da.wordpress.com/2008/10/08/150/</guid>
<description><![CDATA[Sekarang ini apa2 dari plastik bukan ? Berikut ini adalah kode-kode pada plastik. Bisa kita gunakan ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Sekarang ini apa2 dari plastik bukan ? Berikut ini adalah kode-kode pada plastik. Bisa kita gunakan sebagai dasar referensi jika kita membeli barang dari plastik (etc: Gelas, botol, dll)</p>
<p><a class="snap_nopreview" href="http://sanyasyari.com/wp-content/uploads/2008/08/1-pet.png"><img class="alignleft size-medium wp-image-868" style="margin:5px;" title="1-pet" src="http://sanyasyari.com/wp-content/uploads/2008/08/1-pet.png" alt="" width="50" height="60" /></a>1-PETE. PETE atau PET (polyethylene terephthalate) biasa dipakai untuk botol plastik yang jernih/transparan/tembus pandang seperti botol air mineral, botol jus, dan hampir semua botol minuman lainnya. Boto-botol dengan bahan #1 dan #2 direkomendasikan hanya untuk sekali pakai. Jangan pakai untuk air hangat apalagi panas. Buang botol yang sudah lama atau terlihat baret-baret.<!--more--></p>
<p><a class="snap_nopreview" href="http://sanyasyari.com/wp-content/uploads/2008/08/2-hdpe.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-871" style="margin-right:5px;margin-left:5px;" title="2-hdpe" src="http://sanyasyari.com/wp-content/uploads/2008/08/2-hdpe.jpg" alt="" width="50" height="61" /></a>2-HDPE. HDPE (high density polyethylene) biasa dipakai untuk botol susu yang berwarna putih susu. Sama seperti #1 PET, #2 juga direkomendasikan hanya untuk sekali pemakaian.</p>
<p><a class="snap_nopreview" href="http://sanyasyari.com/wp-content/uploads/2008/08/3-v.jpg"><img class="size-medium wp-image-872 alignleft" style="margin-left:5px;margin-right:5px;" title="3-v" src="http://sanyasyari.com/wp-content/uploads/2008/08/3-v.jpg" alt="" width="50" height="61" /></a>3-V. V atau PVC (polyvinyl chloride) adalah plastik yang paling sulit di daur ulang. Plastik ini bisa ditemukan pada plastik pembungkus (cling wrap), dan botol-botol. Kandungan dari PVC yaitu DEHA yang terdapat pada plastik pembungkus dapat bocor dan masuk ke makanan berminyak bila dipanaskan. PVC berpotensi berbahaya untuk ginjal, hati dan berat badan.</p>
<p><a class="snap_nopreview" href="http://sanyasyari.com/wp-content/uploads/2008/08/4-ldpe.png"><img class="alignleft size-medium wp-image-873" style="margin-left:5px;margin-right:5px;" title="4-ldpe" src="http://sanyasyari.com/wp-content/uploads/2008/08/4-ldpe.png" alt="" width="50" height="62" /></a>4-LDPE. LDPE (low density polyethylene) biasa dipakai untuk tempat makanan dan botol-botol yang lembek. Barang-barang dengan kode #4 dapat di daur ulang dan baik untuk barang-barang yang memerlukan fleksibilitas tetapi kuat. Barang dengan #4 bisa dibilang tidak dapat di hancurkan tetapi tetap baik untuk tempat makanan.</p>
<p><a class="snap_nopreview" href="http://sanyasyari.com/wp-content/uploads/2008/08/5-pp.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-874" style="margin-left:5px;margin-right:5px;" title="5-pp" src="http://sanyasyari.com/wp-content/uploads/2008/08/5-pp.jpg" alt="" width="50" height="61" /></a>5-PP. PP (polypropylene) adalah pilihan terbaik untuk bahan plastik terutama untuk yang berhubungan dengan makanan dan minuman seperti tempat menyimpan makanan, botol minum dan terpenting botol minum untuk bayi. Karakteristik adalah biasa botol transparan yang tidak jernih atau berawan. Cari simbol ini bila membeli barang berbahan plastik.</p>
<p><a class="snap_nopreview" href="http://sanyasyari.com/wp-content/uploads/2008/08/6-ps.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-875" style="margin-left:5px;margin-right:5px;" title="6-ps" src="http://sanyasyari.com/wp-content/uploads/2008/08/6-ps.jpg" alt="" width="50" height="61" /></a>6-PS. PS (polystyrene) biasa dipakai sebagai bahan tempat makan styrofoam, tempat minum sekali pakai, dll. Bahan Polystyrene bisa membocorkan bahan styrine ke dalam makanan ketika makanan tersebut bersentuhan. Bahan Styrine berbahaya untuk otak dan sistem syaraf. Selain tempat makanan, styrine juga bisa didapatkan dari asap rokok, asap kendaraan dan bahan konstruksi gedung. Bahan ini harus dihindari dan banyak negara bagian di Amerika sudah melarang pemakaian tempat makanan berbahan styrofoam termasuk negara China.</p>
<p><a class="snap_nopreview" href="http://sanyasyari.com/wp-content/uploads/2008/08/7-other.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-876" style="margin-left:5px;margin-right:5px;" title="7-other" src="http://sanyasyari.com/wp-content/uploads/2008/08/7-other.jpg" alt="" width="50" height="61" /></a>7-other. Other (biasanya polycarbonate) bisa didapatkan di tempat makanan dan minuman seperti botol minum olahraga. Polycarbonate bisa mengeluarkan bahan utamanya yaitu Bisphenol-A ke dalam makanan dan minuman yang berpotensi merusak sistem hormon. Hindari bahan plastik Polycarbonate.</p>
<p><a href="http://sanyasyari.com/2008/08/14/kode-pada-plastik/">sumber</a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Cara Memilih Bahan Plastik]]></title>
<link>http://moechah.wordpress.com/?p=148</link>
<pubDate>Wed, 08 Oct 2008 09:33:24 +0000</pubDate>
<dc:creator>moechah</dc:creator>
<guid>http://moechah.da.wordpress.com/2008/10/08/cara-memilih-bahan-plastik/</guid>
<description><![CDATA[Waspada Menggunakan Bahan Plastik Berbahaya!
Sebelum saya membaca artikel dari majalah, saya kurang ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color:#ff0000;">Waspada Menggunakan Bahan Plastik Berbahaya!</span></strong></p>
<p><span style="color:#00ffff;"><strong>S</strong></span>ebelum saya membaca artikel dari majalah, saya kurang memperhatikan jenis-jenis bahan plastik yang saya gunakan, terutama untuk wadah makanan atau minuman. Bahan plastik yang kadang digunakan ternyata ada yang sangat berbahaya.</p>
<p>Padahal sebelumnya, botol plastik tempat minuman ringan seperti teh atau cola yang sudah habis, kadang saya gunakan lagi sebagai wadah air putih. Faktor instan dan malas bolak-balik ke dapur kantor, membuat saya lebih senang memilih wadah botol.</p>
<p>Penggunaan plastik sangat luas karena praktis, kuat, tahan lama, ringan, dan dapat dibentuk apa saja. Masyarakat umum lebih mengenal polimer dengan nama plastik. penggunaan polimer dalam kemasan makanan sebenarnya cukup aman asal memperhatikan jenis-jenisnya dan cara-cara penggunaannya.<!--more--></p>
<p>Bahan dasar plastik atau polimer sebenarnya dari produk samping proses cracking minyak bumi yang setelah melalui proses polimerisasi menghasilkan polimer. Biasanya berbentuk bubuk putih. Setelah proses lebih lanjut akan dihasilkan produk jadi plastik..</p>
<p>Jadi, jika kita berhemat menggunakan plastik, kita juga berhemat menggunakan bahan energi yang tidak terbarukan itu. Apalagi, saat ini krisis energi semakin menggila.</p>
<p>Selain tidak dapat diperbarui, proses pembuatan plastik membutuhkan biaya yang ternyata cukup besar. Limbah plastik pun menjadi bahan pencemar tercepat bumi yang kita cintai ini. Plastik tidak dapat terurai dalam jangka waktu seribu tahun kemudian.</p>
<p>Bahan kimia yang terkandung dalam plastik itulah yang sangat membahayakan kesehatan bagi manusia. Salah satu bahan kimia yang paling berbahaya adalah Bisphenol A (BPA). Bahan ini mampu merangsang pertumbuhan sel kanker atau memperbesar risiko keguguran kandungan. Ihhhhhhh…… sangat mengerikan.</p>
<p>Risiko gangguan kesehatan yang dibawa bahan plastik sangat berdampak bagi kesehatan anak-anak, karena organ tubuh mereka masih sangat lemah. Apalagi, sistem kekebalan tubuhnya juga masih belum sempurna.</p>
<p>Padahal, sejak lahir, tubuh sang bayi kadang telah dicecoki kandungan kimia plastik, baik dari penggunaan botol dot maupun penggunaan wadah makanan lainnya. Paparan kandungan kimia bahan plastik ke dalam tubuh ini yang harus diwaspadai.</p>
<p>Dilihat dari sifatnya, plastik dibagi menjadi termoplastik dan termoset. Termoplastik mempunyai sifat, jika dipanaskan akan menjadi plastis dan jika terus dipanaskan sampai suhu lebih dari 200º C bisa mencair. Bila temperature kemudian diturunkan (didinginkan), material plastik akan mengeras dan dapat dibentuk kembali.</p>
<p>Termoset setelah diproses menjadi produk tidak dapat kembali seperti bentuk semula. Jika diumpamakan dengan makanan, termoplastik seperti coklat yang dapat mencair dan mengeras berulang kali dan tetap saja kita akan mendapatkan coklat, sedangkan termoset seperti biskuit yang sekali dicetak tidak dapat kembali ke bentuknya lagi.</p>
<p>Sebagai konsumen, kita pantas mendapat perlindungan kualitas. Tetapi kita juga patut melakukan identifikasi sendiri terhadap jenis bahan plastik yang digunakan. Setiap perusahaan umumnya telah memiliki standar perlindungan konsumen dengan mencantumkan jenis bahan plastik yang digunakan pada wadah makanan atau minuman yang diproduksinya.</p>
<p>Standar ini telah dikembangkan oleh asosiasi industri plastik di Amerika Serikat dengan melakukan pengkodean jenis plastik. Kode yang mengacu standar AS ini biasanya ada di bagian bawah wadah plastik berupa cetakan timbul bergambar panah yang membentuk segitiga dengan sebuah angka di dalamnya. Angka ini menunjukkan jenis plastik dan penggunaannya.</p>
<p>Di bawah panah yang membentuk segitiga itu, kadang dicantumkan inisial kandungan kimianya. Mari kita perhatikan jenis palstik dan penggunaannya:</p>
<p><span style="color:#ff0000;"><em><strong>K</strong></em><strong>ode 1 bertuliskan PET atau PETE</strong><em><strong><br />
</strong></em></span><br />
PET atau PETE (Polyethylene terephthalate) sering digunakan sebagai botol minuman, minyak goreng, kecap, sambal, obat, maupun kosmetik. Plastik jenis ini tidak boleh digunakan berulang-ulang atau hanya sekali pakai. Habiskan segera isinya, jika tutup wadah telah dibuka. Semakin lama wadah terbuka, maka kandungan kimia yang terlarut semakin banyak.</p>
<p><span style="color:#ff0000;"><strong>Kode 2 Bertuliskan HDPE </strong></span></p>
<p>HDPE atau High Density Polyethylene banyak ditemukan sebagai kemasan makanan dan obat yang tidak tembus pandang. Plastik jenis ini digunakan untuk botol kosmetik, obat, minuman, tutup plastik, jeriken pelumas, dan cairan kimia.</p>
<p><span style="color:#ff0000;"><strong>Kode 3 Bertuliskan PVC </strong></span></p>
<p>PVC atau Polyvinyl Chloride (PVC) sering digunakan pada mainan anak, bahan bangunan, dan kemasan untuk produk bukan makanan. PVC dianggap sebagai jenis plastik yang paling berbahaya. Beberapa negara Eropa bahkan sudah melarang penggunaan PVC untuk bahan mainan anak di bawah tiga tahun.</p>
<p><span style="color:#ff0000;"><strong>Kode 4 Bertuliskan LDPE </strong></span></p>
<p>LDPE atau Low Density Polyethylene (LDPE) sering digunakan untuk membungkus, misalnya sayuran, daging beku, kantong/tas kresek</p>
<p><span style="color:#ff0000;"><strong>Kode 5 Bertuliskan PP<br />
</strong></span><br />
PP atau Polypropylene sering digunakan sebagai kemasan makanan, minuman, dan botol bayi menggunakan plastik jenis ini.</p>
<p><span style="color:#ff0000;"><strong>Kode 6 Bertuliskan PS</strong></span></p>
<p>PS atau Polystyrene termasuk kemasan sekali pakai. Contohnya gelas dan pakai makanan styrofoam, sendok, dan garpu plastik, yang biasa ada pada kotak makanan. Kotak CD juga mengandung Polystyrene. Kandungan bahan kimia plastik jenis ini berbahaya bagi kesehatan. Jika makanan berminyak dipanaskan dalam wadah ini, styrene dari kemasan langsung berpindah ke makanan.</p>
<p><span style="color:#ff0000;"><strong>Kode 7 Bertuliskan PC</strong></span></p>
<p>PC atau Polycarbonate digunakan untuk botol galon air minum, botol susu bayi, melamin untuk gelas, piring, mangkuk alat makanan. Salah satu bahan perlengkapan makanan dan minuman yang sering digunakan adalah melamin yang tergolong jenis plastik termoset. Plastik jenis ini tergolong dalam “food grade” dan dapat digunakan sampai 140º C.</p>
<p>Saat ini beredar perlengkapan makanan melamin palsu yang biasanya dijual dengan harga 10 ribu 3, dibuat dari bahan urea formaldehyde yang mengandung formalin kadar tinggi, yang tidak tahan panas dan dapat mengeluarkan formalin yang dapat mengkontaminasi makanan.</p>
<p>Untuk membedakan melamin palsu dengan yang asli dapat dilihat dari tekstur permukaannya di bawah cahaya lampu, yang palsu biasanya bergelombang sedangkan yang asli tidak, dan jika direbus yang palsu akan berubah bentuk dan warnanya menjadi kekuningan.</p>
<p><span style="color:#ff0000;"><strong>Kategori 8 untuk jenis lainnya</strong></span></p>
<p>Kategori ini mencakup semua jenis plastik yang tidak termasuk dalam keenam kategori di atas. Namun, bukan berarti plastik jenis ini aman sebagai wadah makanan, karena di dalam kategori ini termasuk polycarbonate yang dapat melepaskan BPA.</p>
<p>Di dalam kategori ini juga ada bioplastik yang terbuat dari tepung jagung, kentang, atau tebu. Bioplastik aman sebagai kemasan makanan dan ia pun dapat terurai secara biologis. Untuk jenis ini, pastikan bahannya tidak mengandung Polycarbonate.</p>
<p>Kalau harus mengonsumsi makanan dari kemasan plastik berkode 1,3,6,dan 8 yang kita tidak yakin kandungannya, maka gunakan sesuai anjuran. Misalnya tidak menggunakan botol PET yang dibuat sekali pakai atau memanaskan makanan di wadah plastik yang tidak untuk keperluan itu.</p>
<p>Hampir di semua negara pemakian material plastik untuk kebutuhan manusia mengacu pada standar, seperti di Indonesia standar yang digunakan adalah SNI (Standar Nasional Indonesia). Beberapa produk plastik yang sudah memiliki SNI yaitu PVC, botol untuk air dalam kemasan dan tahun ini akan keluar SNI untuk melamin dan polystyrene.</p>
<p>Pilihan lain yang relatif aman sebagai alat makanan dan minuman adalah gelas (kaca) atau keramik. Kalau takut pecah, gunakan saja alat stainless steel. Dengan menghemat pemakaian plastik, selain meminimalkan risiko gangguan kesehatan, kita juga mengurangi limbah yang sulit terurai hingga 1.000 tahun.</p>
<p>Pemerintah Cina telah melarang penggunaan tas plastik mulai 1 Juni 2008. Pelarangan ini bertujuan menekan polusi dan menyelamatkan sumber daya alam. Plastik dengan ketebalan 0,025 milimeter menjadi target pelarangan penggunaan bahan plastik. Pusat perbelanjaan di Cina sudah tidak menggunakan tas plastik sebagai kemasan barang belanja. Pengunjung harus membawa sendiri tas untuk menampung belanjaan.</p>
<p>Jika dibandingkan dengan tas yang terbuat dari kertas, penguraian limbah sangat jauh berbeda. Tas yang terbuat dari plastik terurai 1.000 tahun, sedangkan tas kertas terurai dalam jangka waktu satu bulan.</p>
<p>Dari segi bobot, untuk 2.000 tas plastik setebal 0,025 milimeter berbobot 13,6 kilogram dan tas kertas hanya 127 kilogram. Memang material yang dibutuhkan untuk membuat satu ton tas kertas dibutuhkan sedikitnya 13-17 pohon. Dengan bobot yang sama, minyak yang dibutuhkan untuk memproduksi tas plastik mencapai 11 barrel minyak.</p>
<p>Produksi energi untuk menghasilkan tas plastik 594 British Termal Unit (BTU) dan tas kertas 2.511 BTU. Tetapi tingkat daur ulang plastik satu persen dan tas kertas 20 persen.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA["Sifat Cowok Via Sikap Duduk"]]></title>
<link>http://ron3yboy.wordpress.com/2008/10/08/sifat-cowok-via-sikap-duduk/</link>
<pubDate>Tue, 07 Oct 2008 23:19:25 +0000</pubDate>
<dc:creator>ron3yboy</dc:creator>
<guid>http://ron3yboy.da.wordpress.com/2008/10/08/sifat-cowok-via-sikap-duduk/</guid>
<description><![CDATA[Weleh,siapa yah yang iseng,buang tenaga,ruang dan waktu ngamatin sifat cowok melalui sikap duduk?her]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Weleh,siapa yah yang iseng,buang tenaga,ruang dan waktu ngamatin sifat cowok melalui sikap duduk?heran,mending tinggal nulis kayak gini ae,hemat energi^o^v</p>
<p>Dikutip dari Jawa Pos<br />
ron3yboy@gmail.com</p>
<p>A.DUDUK DENGAN POSISI YANG BERUBAH-UBAH,Sulit Memberontak.<br />
Cenderung punya em0si yang labil.Mereka selalu merasa bahwa banyak hal nggak sejalan dengan keinginan ato kemauannya.Sayang,cowok jenis ini gak berdaya untuk memprotes atopun men0lak.Biasanya mereka hanya memendam kejengkelan dan kekesalan dalam hati.Akibatnya,perasaan gelisah jadi sering muncul.</p>
<p>B.DUDUK AGAK SANTAI DAN RINGAN DIBAGIAN DEPAN KURSI,Aktif Dan Agresif.<br />
Punya pendirian teguh dan memiliki kemauan keras.Sifatnya gak mudah putus asa,pikiran realistis,selalu aktif dan agresif.Pokoknya dia slalu cari kesibukan karena gak suka berdiam diri.Biasanya cowok tipikal ini sangat cocok bertugas di bidang marketing/pemasaran.</p>
<p>C.DUDUK DENGAN KEDUA KAKI DIRAPATKAN,Main Aman.<br />
Prioritasnya adalah kemananan.Apapun slalu dikerjakan dengan sangat teliti.Sangat pandai mengatur waktu dan mencari peluang yang tepat untuk mencari keuntungan dalam hal apapun.Tapi dengan cara yang benar bukan cara yang licik.</p>
<p>D.DUDUK AGAK KEDALAM DIKURSI DENGAN KAKI TERBUKA,Sulit Dipahami.<br />
Menunjukkan bahwa cowok ini senang bergaul,banyak teman,suka membantu orang yang sedang susah.Dia sangat mudah didekati tapi sulit dipahami pemikirannya.Terkadang dia bisa sangat simpatik dan baek hati.Tapi diwaktu laen,dia bisa menjadi pribadi yang sangat keras dan njengkelin.</p>
<p>E.DUDUK DENGAN MERAPATKAN KEDUA LUTUT,Nggak Bisa Sendiri.<br />
Agak lambat,kurang bersemangat dan pasif sehingga keuangannya lemah.<br />
Cita-cita dan kemauannya memang banyak dan tinggi,tapi gak realistis dan terlalu banyak menghayal.Sering hanya mengandalkan dukungan orang terdekat dan tidak suka dengan suasana sepi.Mereka lebih suka suasana yang penuh tawa dan ramai.</p>
<p>F.DUDUK DENGAN KAKI KIRI MENYILANG DIATAS KAKI KANAN,Mau Belajar.<br />
Pengetahuannya luas.Selalu hati-hati,teliti,dan mantab.Segala sesuatu yang baik dan bermanfaat akan diselesaikan dengan baik.Dia juga senang menerima kritik dan saran dari orang lain yang lebih berpengalaman.Dalam bidang pekerjaan atau bisnis,dia selalu berusaha kreatif untuk menciptakan sesuatu yang baru.</p>
<p>G.DUDUK DENGAN KAKI KANAN MENYILANG DIATAS KAKI KIRI,Kreatip dan Boros.<br />
Cowok ini slalu memperhatikan pandangan orang sekitar terhadap dirinya.Sifatnya mudah tegang,sensitif,dan boros.Kehidupannya meriah serta bervariasi.Dalam pekerjaan,cowok ini sangat kreatif.<br />
Jika tujuannya udah mantab dan memang menguntungkan,dia akan memperjuangkannya dengan gigih hingga tuntas dan sucez.</p>
<p>-Sumber:Jawa Pos</p>
<p>Matur Tengyu Buad Brikers </p>
<p>ron3yboy@gmail.com<br />
www.ron3yboy.co.id</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Logg 7 oktober]]></title>
<link>http://charlieuf.wordpress.com/?p=16</link>
<pubDate>Tue, 07 Oct 2008 23:03:58 +0000</pubDate>
<dc:creator>Charlie</dc:creator>
<guid>http://charlieuf.da.wordpress.com/2008/10/07/logg-7-oktober/</guid>
<description><![CDATA[Dagens lektion tog vi nog lite för slappt! Efter att ha stått och väntat vid Kulturama (Som vi in]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Dagens lektion tog vi nog lite för slappt! Efter att ha stått och väntat vid Kulturama (Som vi inte skulle träffas i, tydligen?) så tog vi ett snack med en annan grupps handledare (kommer inte ihåg hans namn) då vi inte hittade Ingvar.<br />
Gruppen berättade om vår produkt och tog och snackade lite om hur vi ska göra med patent och liknande, men han visste inte mycket om hur det skulle göras så vi blev dirigerade till Start Center killen, han den korta.</p>
<p style="text-align:center;">Han visste inte mycket mer, men vad oss att kolla <a title="patent &#38; registreringsverket" href="http://prv.se/">Patent &#38; Registreringsverkets hemsida</a>... Det gjorde vi och kom då fram till att för vår produkt skulle det nog vara bäst med ett mönsterskydd!</p>
<p><em>(Jag berättar inget om vad vår produkt är för någon på några veckor här på bloggen. Det känns lite osäkert, tänk om någon skulle sno vår idé!)</em></p>
<p style="text-align:left;">Vi tog det efter det här lite lugnt för att sedan gå på SWOT föreläsningen. Tycker inte jag lärde mig mycket där, vi fick ett papper där vi skulle skriva in lite grejer om själva arbetarna bakom företaget, för- och nackdelar bl.a...</p>
<p style="text-align:left;">Dagen gick bra och vi lärde oss faktiskt endel om Patent och liknande!</p>
<p style="text-align:right;"><strong>/Charlie</strong></p>
<p style="text-align:left;"><strong>PS. </strong>Vår lilla undersökning vi gjorde på stan förra veckan, då vi letade efter om det fanns en liknande produkt var väldigt lyckad! Ingen av handlarna vi var inne hos hade sett eller hört om någon liknande produkt! Great Suscess! <strong>DS.</strong></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Manajemen Sampah]]></title>
<link>http://moechah.wordpress.com/2008/10/08/140/</link>
<pubDate>Tue, 07 Oct 2008 19:06:42 +0000</pubDate>
<dc:creator>moechah</dc:creator>
<guid>http://moechah.da.wordpress.com/2008/10/08/140/</guid>
<description><![CDATA[SAMPAH HARUS DIPISAHKAN!!!!!
 KENAPA? Karena sampah akan berguna jika kita pisahkan menurut jenisnya]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" align="justify"><span style="color:#000000;"><span lang="IN">SAMPAH HARUS DIPISAHKAN!!!!!</span></span></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><span style="color:#000000;"><span lang="IN"> KENAPA? Karena sampah akan berguna jika kita pisahkan menurut jenisnya...</span></span></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><span style="color:#000000;"><span lang="IN"> SAMPAH ORGANIK</span></span></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><span style="color:#000000;"><span lang="IN">Sampah organik (dedaunan atau sisa makanan) bisa digunakan untuk pupuk yang sangat berguna bagi tanaman dan kebun kita.</span></span><span style="color:#000000;"><!--more--></span></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><span style="color:#000000;"><span lang="IN"> SAMPAH KERTAS</span></span></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><span style="color:#000000;"><span lang="IN">Sampah kertas bisa diolah kembali menjadi kertas daur ulang dan dapat digunakan sebagai dekorasi atau juga bisa untuk hiasan. Selalu ingat untuk menggunakan kedua sisidari kertas yang kamu gunakan.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><span style="color:#000000;"><span lang="IN"> SAMPAH LAINNYA</span></span></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><span style="color:#000000;"><span lang="IN">Jenis sampah lainnya (kaleng, botol, kendi, dll) bisa diolah ulang menjadi kerajinan tangan seperti vas bunga, tempat pulpen. Jika itu sudah tidak bisa dipergunakan pastikan diambil pemulung untuk didaur ulang.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><span style="color:#000000;"><span lang="IN"> SAMPAH PLASTIK</span></span></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><span style="color:#000000;"><span lang="IN">Sampah plastik sangat berbahaya untuklingkungan hidup disekitar kita dan juga bagi kesehatan kita. Sampah plastik ini juga sangat susah untuk didaur ulang, kalau berbelanja,usahakanlah menggunakan tas yang terbuat dari kain dan jangan menerima tas plastik</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;" align="justify"><span style="color:#000000;"><br />
</span>
</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span lang="IN">FAKTA MENGENAI SAMPAH PLASTIK</span></span></p>
<ol style="margin-top:0;margin-bottom:0;" type="1">
<li class="MsoNormal">
<p align="justify"><span style="color:#000000;"><span lang="IN">Sampah plastik atau benda-benda yang mengandung plastik (tas kresek, kantong plastik, bungkus permen, kemasan styrofoam atau gabus) jika dibuang begitu saja kedalam tanah, baru akan hancur dalam waktu sekitar 200 hingga 400 tahun.</span></span></p>
</li>
<li class="MsoNormal">
<p align="justify"><span style="color:#000000;"><span lang="IN">Membakar sampah plastik sama saja menambahkan racun yang sangat berbahaya pada udara yang setiap saat kita hirup karena asap hasil pembakaran tersebut mengandung racun kimia yang bisa menyebabkan antara lain penyakit pada saluran pernafasan, kanker paru-paru, dll.</span></span></p>
</li>
<li class="MsoNormal">
<p align="justify"><span style="color:#000000;"><span lang="IN">Sisa makanan yang terbungkus rapat dalam kemasan plastik, setelah 10 tahun berada didalam timbunan sampah, jika pembungkusnya dibuka kembali, maka bentuknya masih tetap sama karena plastik pembungkus-nya menghambat proses pembusukan yang seharusnya terjadi.</span></span></p>
</li>
</ol>
<ol style="margin-top:0;margin-bottom:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"></li>
</ol>
<ol style="margin-top:0;margin-bottom:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"></li>
</ol>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#000000;"><span lang="IN"> Jangan Membakar Sampah Plastik</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#000000;"><span lang="IN">Membakar plastik menyebabkan zat-zat beracun dari sampah itu akan terlepas menuju atmosfir dan tentu saja akan masuk ke udara yang kita hirup. Menghirup polusi udara seperti ini akan menyebabkan dampak negatif yang serius pada kesehatan termasuk melemahnya kekebalan tubuh dan kanker paru-paru.</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#000000;"><span lang="IN"> Jangan Mengubur Sampah Plastik</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#000000;"><span lang="IN">Ketika kamu membuang sampah plastik atau segala sesuatu yang terbuat dari plastik (tas plastik, pembungkus permen, kue, Styrofoam, kemasan dari bahan spon, dll), akan dibutuhkan waktu sekitar 200 - 400 tahun untuk hancur.</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#000000;"><span lang="IN"> Jangan Membuang Sampah Organik Yang Masih Terbungkus Plastik</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#000000;"><span lang="IN">Jika kamu membuang sampah organik yang masih terbungkus plastik, sampah tersebut tidak akan bisa terurai atau hancur. Jadi pastikan sampah organik kamu dipisahkan dari plastiknya.</span></span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Plastics recycling information sheet ]]></title>
<link>http://moechah.wordpress.com/?p=135</link>
<pubDate>Tue, 07 Oct 2008 19:03:17 +0000</pubDate>
<dc:creator>moechah</dc:creator>
<guid>http://moechah.da.wordpress.com/2008/10/08/plastics-recycling-information-sheet/</guid>
<description><![CDATA[sumber


 types of plastic
 what does the law say?


 why bother?
 what you can do


 hows, whats an]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<table border="0">sumber</p>
<tbody>
<tr>
<td><img src="http://www.wasteonline.org.uk/resources/InformationSheets/image002.gif" border="0" alt="*" width="16" height="16" /><strong><span style="font-size:x-small;"> </span><a href="http://www.wasteonline.org.uk/resources/InformationSheets/Plastics.htm#_Types_of_plastic"><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#800080;font-size:x-small;">types of plastic</span></span></a></strong></td>
<td><span style="font-size:x-small;"><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#800080;"><img src="http://www.wasteonline.org.uk/resources/InformationSheets/image002.gif" border="0" alt="*" width="16" height="16" /></span></span><strong> <a href="http://www.wasteonline.org.uk/resources/InformationSheets/Plastics.htm#_What"><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#800080;">what does the law say?</span></span></a></strong></span></td>
</tr>
<tr>
<td><span style="font-size:x-small;"><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#800080;"><img src="http://www.wasteonline.org.uk/resources/InformationSheets/image002.gif" border="0" alt="*" width="16" height="16" /></span></span><strong> <a href="http://www.wasteonline.org.uk/resources/InformationSheets/Plastics.htm#_why_bother?"><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#800080;">why bother?</span></span></a></strong></span></td>
<td><span style="font-size:x-small;"><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#800080;"><img src="http://www.wasteonline.org.uk/resources/InformationSheets/image002.gif" border="0" alt="*" width="16" height="16" /></span></span><strong> <a href="http://www.wasteonline.org.uk/resources/InformationSheets/Plastics.htm#_What_you_can_do"><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#800080;">what you can do</span></span></a></strong></span></td>
</tr>
<tr>
<td><span style="font-size:x-small;"><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#800080;"><img src="http://www.wasteonline.org.uk/resources/InformationSheets/image002.gif" border="0" alt="*" width="16" height="16" /></span></span><strong> <a href="http://www.wasteonline.org.uk/resources/InformationSheets/Plastics.htm#_Hows"><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#800080;">hows, whats and wheres of recycling plastic</span></span></a></strong></span></td>
<td><span style="font-size:x-small;"><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#800080;"><img src="http://www.wasteonline.org.uk/resources/InformationSheets/image002.gif" border="0" alt="*" width="16" height="16" /></span></span><strong> <a href="http://www.wasteonline.org.uk/resources/InformationSheets/Plastics.htm#_Useful_publications"><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#800080;">useful publications and contacts</span></span></a></strong></span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>The world's annual consumption of plastic materials has increased from around 5 million tonnes in the 1950s to nearly 100 million tonnes today.</p>
<div class="box c1">
<h3>We produce and use 20 times more plastic today than we did 50 years ago!</h3>
</div>
<p>In the UK, a total of approximately 4.7 million tonnes of plastic products were used in various economic sectors in 2001.<!--more--></p>
<h3>Uses of plastic</h3>
<p>Packaging represents the largest single sector of plastics use in the UK. The sector accounts for 35% of UK plastics consumption and plastic is the material of choice in nearly half of all packaged goods. (see <a href="http://www.wasteonline.org.uk/resources/InformationSheets/Packaging.htm"><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#0000ff;">packaging information sheet</span></span></a> for further information).</p>
<div class="c1">
<p><img src="http://www.wasteonline.org.uk/resources/InformationSheets/Plastics_files/image003.gif" border="0" alt="Uses of plastic as percentage" width="504" height="398" /></div>
<div class="box c1">
<h3>Plastics consumption is growing about 4% every year in western Europe.</h3>
</div>
<h2><a name="_Types_of_plastic"></a>Types of plastic</h2>
<p><span class="smalltop"><a href="http://www.wasteonline.org.uk/resources/InformationSheets/Plastics.htm#top"><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#800080;">top of page</span></span></a></span></p>
<p>There are about 50 different groups of plastics, with hundreds of different varieties. All types of plastic are recyclable. To make sorting and thus recycling easier, the American Society of Plastics Industry developed a standard marking code to help consumers identify and sort the main types of plastic. These types and their most common uses are:</p>
<div class="c1">
<table class="c13" border="1" cellpadding="0">
<tbody>
<tr class="c6">
<td class="c2" width="59" valign="top"><img src="http://www.wasteonline.org.uk/resources/InformationSheets/Plastics_files/image004.jpg" alt="Recycling Logo" hspace="4" vspace="6" width="35" height="32" align="left" /></td>
<td class="c4" width="96" valign="top">
<p class="c3">PET</p>
</td>
<td class="c5" width="384" valign="top"><strong>Polyethylene terephthalate</strong> - Fizzy drink bottles and oven-ready meal trays.</td>
</tr>
<tr>
<td class="c2" width="59" valign="top"><img src="http://www.wasteonline.org.uk/resources/InformationSheets/Plastics_files/image005.jpg" alt="Recycling Logo" hspace="4" vspace="6" width="36" height="33" align="left" /></td>
<td class="c4" width="96" valign="top">
<p class="c3">HDPE</p>
</td>
<td class="c5" width="384" valign="top"><strong>High-density polyethylene</strong> - Bottles for milk and washing-up liquids.</td>
</tr>
<tr>
<td class="c2" width="59" valign="top"><img src="http://www.wasteonline.org.uk/resources/InformationSheets/Plastics_files/image006.jpg" alt="Recycling Logo" hspace="4" vspace="6" width="36" height="33" align="left" /></td>
<td class="c4" width="96" valign="top">
<p class="c3">PVC</p>
</td>
<td class="c5" width="384" valign="top"><strong>Polyvinyl chloride</strong> - Food trays, cling film, bottles for squash, mineral water and shampoo.</td>
</tr>
<tr>
<td class="c2" width="59" valign="top"><img src="http://www.wasteonline.org.uk/resources/InformationSheets/Plastics_files/image007.jpg" alt="Recycling Logo" hspace="4" vspace="6" width="36" height="33" align="left" /></td>
<td class="c4" width="96" valign="top">
<p class="c3">LDPE</p>
</td>
<td class="c5" width="384" valign="top"><strong>Low density polyethylene</strong> - Carrier bags and bin liners.</td>
</tr>
<tr>
<td class="c7" width="59" valign="top"><img src="http://www.wasteonline.org.uk/resources/InformationSheets/Plastics_files/image008.jpg" alt="Recycling Logo" hspace="4" vspace="6" width="35" height="33" align="left" /></td>
<td class="c8" width="96" valign="top">
<p class="c3">PP</p>
</td>
<td class="c9" width="384" valign="top"><strong>Polypropylene</strong> - Margarine tubs, microwaveable meal trays.</td>
</tr>
<tr>
<td class="c10" width="59" valign="top"><img src="http://www.wasteonline.org.uk/resources/InformationSheets/Plastics_files/image009.jpg" alt="Recycling Logo" hspace="4" vspace="6" width="36" height="33" align="left" /></td>
<td class="c11" width="96" valign="top">
<p class="c3">PS</p>
</td>
<td class="c12" width="384" valign="top"><strong>Polystyrene</strong> - Yoghurt pots, foam meat or fish trays, hamburger boxes and egg cartons, vending cups, plastic cutlery, protective packaging for electronic goods and toys.</td>
</tr>
<tr>
<td class="c10" width="59" valign="top"><img src="http://www.wasteonline.org.uk/resources/InformationSheets/Plastics_files/image010.jpg" alt="Recycling Logo" hspace="4" width="36" height="33" align="left" /></td>
<td class="c11" width="96" valign="top">
<p class="c3">OTHER</p>
</td>
<td class="c12" width="384" valign="top"><strong>Any other plastics</strong> that do not fall into any of the above categories. - An example is melamine, which is often used in plastic plates and cups.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<h3>Benefits of plastics</h3>
<p>The considerable growth in plastic use is due to the beneficial properties of plastics. These include:</p>
<ul>
<li>Extreme versatility and ability to be tailored to meet very specific technical needs.</li>
<li>Lighter weight than competing materials, reducing fuel consumption during transportation.</li>
<li>Extreme durability.</li>
<li>Resistance to chemicals, water and impact.</li>
<li>Good safety and hygiene properties for food packaging.</li>
<li>Excellent thermal and electrical insulation properties.</li>
<li>Relatively inexpensive to produce.</li>
</ul>
<div class="box">
<h3 class="c14">One tonne of plastics is equivalent to 20,000 two litre drinks bottles or 120,000 carrier bags.</h3>
<p class="c15">LINPAC(2001)</p>
</div>
<h2><a name="_Why_bother?"></a>Why bother?</h2>
<p><span class="smalltop"><a href="http://www.wasteonline.org.uk/resources/InformationSheets/Plastics.htm#top"><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#800080;">top of page</span></span></a></span></p>
<p>Plastics makes up around 7% of the average household dustbin.</p>
<p class="c3"><img src="http://www.wasteonline.org.uk/resources/InformationSheets/Plastics_files/image011.gif" border="0" alt="Plastic as a percentage of household waste" width="648" height="430" /></p>
<p>Source:Analysis of household waste composition and factors driving waste increases - Dr. J. Parfitt, WRAP, December 2002</p>
<p>The amount of plastic waste generated annually in the UK is estimated to be nearly 3 million tonnes. An estimated 56% of all plastics waste is used packaging, three-quarters of which is from households. It is estimated that only 7% of total plastic waste arisings are currently being recycled.</p>
<p>The production and use of plastics has a range of environmental impacts. Firstly, plastics production requires significant quantities of resources, primarily fossil fuels, both as a raw material and to deliver energy for the manufacturing process. It is estimated that 4% of the world's annual oil production is used as a feedstock for plastics production and an additional 3-4% during manufacture.</p>
<div class="box">
<h3>A report on the production of carrier bags made from recycled rather than virgin polythene concluded that the use of recycled plastic resulted in the following environmental benefits:</h3>
<ul>
<li>reduction of energy consumption by two-thirds</li>
<li>production of only a third of the sulphur dioxide and half of the nitrous oxide</li>
<li>reduction of water usage by nearly 90%</li>
<li>reduction of carbon dioxide generation by two-and-a-half times</li>
</ul>
<h3>A different study concluded that 1.8 tonnes of oil are saved for every tonne of recycled polythene produced.</h3>
</div>
<p>In addition, plastics manufacture requires other resources such as land and water and produces waste and emissions. The overall environmental impact varies according to the type of plastic and the production method employed.</p>
<p>Plastics production also involves the use of potentially harmful chemicals, which are added as stabilisers or colorants. Many of these have not undergone environmental risk assessment and their impact on human health and the environment is currently uncertain. An example of this is phthalates, which are used in the manufacture of PVC. PVC has in the past been used in toys for young children and there has been concern that phthalates may be released when these toys are sucked (come into contact with saliva). Risk assessments of the effects of phthalates on the environment are currently being carried out.</p>
<p>The disposal of plastics products also contributes significantly to their environmental impact. Because most plastics are non-degradable, they take a long time to break down, possibly up to hundreds of years - although no-one knows for certain as plastics haven't existed for long enough - when they are landfilled. With more and more plastics products, particularly plastics packaging, being disposed of soon after their purchase, the landfill space required by plastics waste is a growing concern.</p>
<p>Plastic waste, such as plastic bags, often becomes litter. For example, nearly 57% of litter found on beaches in 2003 was plastic.</p>
<h2><a name="_Hows"></a>Hows, whats and wheres of recycling plastic</h2>
<p><span class="smalltop"><a href="http://www.wasteonline.org.uk/resources/InformationSheets/Plastics.htm#top"><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#800080;">top of page</span></span></a></span></p>
<p>Plastics are used in a wide range of applications and some plastics items, such as food packaging, become waste only a short time after purchase. Other plastic items lend themselves to be reused many times over.</p>
<p><strong>Reusing</strong> plastic is preferable to recycling as it uses less energy and fewer resources. Long life, multi-trip plastics packaging has become more widespread in recent years, replacing less durable and single-trip alternatives, so reducing waste. For example, the major supermarkets have increased their use of returnable plastic crates for transport and display purposes four-fold from 8.5 million in 1992 to an estimated 35.8 million in 2002. They usually last up to 20 years and can be recycled at the end of their useful life.</p>
<p>According to a 2001 Environment Agency report, 80% of post-consumer plastic waste is sent to landfill, 8% is incinerated and only 7% is recycled. In addition to reducing the amount of plastics waste requiring disposal, recycling plastic can have several other advantages:</p>
<ul>
<li>Conservation of non-renewable fossil fuels - Plastic production uses 8% of the world's oil production, 4% as feedstock and 4% during manufacture.</li>
<li>Reduced consumption of energy.</li>
<li>Reduced amounts of solid waste going to landfill.</li>
<li>Reduced emissions of carbon-dioxide (CO<sub>2</sub>), nitrogen-oxide (NO) and sulphur-dioxide (SO<sub>2</sub>).</li>
</ul>
<h3>Plastic process scrap recycling</h3>
<p>Currently most plastic recycling in the UK is of 'process scrap' from industry, i.e. polymers left over from the production of plastics. This is relatively simple and economical to recycle, as there is a regular and reliable source and the material is relatively uncontaminated. Process scrap represents some 250,000 tonnes of the plastic waste arisings in the UK and approximately 95% of this is recycled. This is usually described as reprocessing rather than recycling.</p>
<h3>Post-use plastic recycling</h3>
<p>Post-use plastic can be described as plastic material arising from products that have undergone a first full service life prior to being recovered. Households are the biggest source of plastic waste, but recycling household plastics presents a number of challenges. One of these relates to collection. With over 20 million UK households, kerbside recycling systems are required to regularly collect relatively small quantities of mixed plastics from a large number of sources. Currently, just over half of local authorities offer some form of plastic bottle collection service, and only an estimated 15% of UK households are served by kerbside collections that include plastic bottles. The densest network of plastic bottle collection schemes is found in the South and East of England and the Midlands. East Anglia, Wales, Scotland and Northern Ireland have the least coverage. There are approximately 4,000 plastic bottle collection banks in the UK.</p>
<p>RECOUP (RECycling Of Used Plastics Limited) undertakes an annual survey of plastic bottle recycling activity in the UK. Results of the most recent survey indicate that an estimated 24,000 tonnes of plastic bottles were collected in 2003. However, this still only amounts to approximately 5.5% of all plastic bottles sold.</p>
<h3>Mechanical recycling</h3>
<p>Mechanical recycling of plastics refers to processes which involve the melting, shredding or granulation of waste plastics. Plastics must be sorted prior to mechanical recycling. At the moment in the UK most sorting for mechanical recycling is done by trained staff who manually sort the plastics into polymer type and/or colour. Technology is being introduced to sort plastics automatically, using various techniques such as X-ray fluorescence, infrared and near infrared spectroscopy, electrostatics and flotation. Following sorting, the plastic is either melted down directly and moulded into a new shape, or melted down after being shredded into flakes and than processed into granules called regranulate.</p>
<h3>Chemical or feedstock recycling</h3>
<p>Feedstock recycling describes a range of plastic recovery techniques to make plastics, which break down polymers into their constituent monomers, which in turn can be used again in refineries, or petrochemical and chemical production. A range of feedstock recycling technologies is currently being explored. These include: pyrolysis, hydrogenation, gasification and thermal cracking. Feedstock recycling has a greater flexibility over composition and is more tolerant to impurities than mechanical recycling, although it is capital intensive and requires very large quantities of used plastic for reprocessing to be economically viable (e.g. 50,000 tonnes per year).</p>
<h3>Plastics recycling in the UK</h3>
<p>In 1998, a pilot feedstock recycling plant went operational at BP's Grangemouth site in Scotland, with a capacity to process 400 tonnes of mixed plastic waste per annum. A feasibility study into its viability concluded that a 25,000 tonnes per annum plant could be supported from the area's municipal waste sources alone.</p>
<p>In 1991, LINPAC Plastics Recycling opened a unique plant with the ability to recycle post-consumer polystyrene products. The plant, based in Allerton Bywater, West Yorkshire, has a capacity of over 14,000 tones per year, which is set to increase to 25,000 tonnes per year by 2005. The plant is able to process fast food boxes, meat trays, egg cartons, yoghurt pots, vending cups, and a range of other polystyrene products. In addition, the plant processes a range of polyethylene and polypropylene goods, such as bottles, crates, sheets, caps, pipes and fibres.</p>
<h2>Degradable and bio-plastics</h2>
<h3>Degradable plastics</h3>
<p>A number of UK retailers have recently introduced degradable carrier bags. These bags are made from plastic which degrades under certain conditions or after a predetermined length of time. There are two types of degradable plastic: bio-degradable plastics, which contain a small percentage of non oil-based material, such as corn starch; and photodegradable plastics, which will break down when exposed to sunlight.</p>
<p>Degradable plastics are already being used successfully in Austria and Sweden, where McDonalds has been using bio-degradable cutlery for three years. This enables all catering waste to be composted without segregation. Carriers for packs of beer cans are now being manufactured in a plastic which photo-degrades in six weeks. There is also potential to use such plastics in non-packaging applications such as computer or car components.</p>
<p>There are a number of concerns over the use of degradable plastics. First, these plastics will only degrade if disposed of in appropriate conditions. For example, a photodegradable plastic product will not degrade if it is buried in a landfill site where there is no light. Second, they may cause an increase in emissions of the greenhouse gas methane, as methane is released when materials biodegrade anaerobically. Third, the mixture of degradable and non-degradable plastics may complicate plastics sorting systems. Last but not least, the use of these materials may lead to an increase in plastics waste and litter if people believe that discarded plastics will simply disappear.</p>
<h3>Bio-plastics</h3>
<p>A number of manufacturers have been exploring alternatives to plastics made from non-renewable fossil-fuels. Such alternative 'bio-plastics' include polymers made from plants sugars and plastics grown inside genetically modified plants or micro-organisms.</p>
<p>Health and safety concerns have arisen over potentially hazardous chemical additives to plastics and consumer pressure has contributed to manufacturers switching to plant-based plastics in such cases. For example, the world's largest toy manufacturer Mattel announced in 1999 that PVC would be replaced with plant-based plastics in new products from 2001 onwards. A range of other companies, including LEGO, IKEA, Nike and The Bodyshop have made similar pledges.</p>
<h3>Use of recycled plastic</h3>
<p>There is a wide range of products made from recycled plastic.This includes polyethylene bin liners and carrier bags; PVC sewer pipes, flooring and window frames; building insulation board; video and compact disc cassette cases; fencing and garden furniture; water butts, garden sheds and composters; seed trays; anoraks and fleeces; fibre filling for sleeping bags and duvets; and a variety of office accessories.</p>
<p>The Recycled Products Guide (RPG) <a href="http://www.recycledproducts.org.uk/"><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#0000ff;">www.recycledproducts.org.uk</span></span></a> is a listing of products made from recycled. Buying recycled products is a practical way of supporting markets for recycled products and 'closing the loop'. In addition, a list of suppliers of goods made from recycled plastic is available on RECOUP's website <a href="http://www.wasteonline.org.uk/resources/InformationSheets/Plastics.htm#_Useful_publications"><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#800080;">(see useful contacts)</span></span></a>.</p>
<div class="box">
<h3 class="c14">It takes 25 two litre plastic drinks bottles to make one fleece garment.</h3>
</div>
<p>Despite the wide range of recycled plastics applications, the actual tonnage of waste plastic which is returned to the material cycle is relatively small. Currently, recycled plastics are rarely used in food packaging - the biggest single market for plastics - because of concerns about food safety. A method of addressing this problem is by enclosing the recycled plastic between layers of virgin plastic to ensure the packaging conforms to hygiene standards. These multi-layered containers are now being used in some drinks bottles, but recycling cannot eliminate the colours from plastics so they cannot be used in transparent or light coloured applications.</p>
<p>Another constraint on the use of recycled plastics is that, to be economically viable, plastic processors require large quantities of recycled plastics, manufactured to tightly controlled specification at a competitive price in comparison to that of virgin polymer. This is a challenging task, particularly in view of the diversity of sources of waste plastics, the wide range of polymers used and the high potential for contamination of plastics waste.</p>
<p>In order to encourage market development for recycled material applications, the UK Government has set up the Waste and Resources Action Programme (WRAP) whose task is to promote sustainable waste management by creating stable and efficient markets for recycled materials and products <a href="http://www.wasteonline.org.uk/resources/InformationSheets/Plastics.htm#_Useful_publications"><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#800080;">(see useful contacts)</span></span></a>.</p>
<h2>Plastics waste collection systems</h2>
<p>An increasing number of local authorities are now providing plastics collection services. Research by RECOUP has shown that local authorities can achieve cost-effective high-achieving plastics collection systems by integrating plastic bottle collection with other recyclable materials. For example, Daventry District Council introduced such a system in 1998 and has been able to increase recycling rates from 12% to nearly 50%.</p>
<p>In Adur, West Sussex, and Milton Keynes in Buckinghamshire, plastic bottles and polystyrene are collected through 'blue box' schemes, where residents place recyclable materials in a separate box for sorting by the refuse collectors at the kerbside. Plastics and other materials are sorted into a compartmentalised vehicle, then taken to the Materials Reclamation Facility (MRF) for final sorting before transport to reprocessing plants.</p>
<h2><a name="_What"></a>What does the law say?</h2>
<p><span class="smalltop"><a href="http://www.wasteonline.org.uk/resources/InformationSheets/Plastics.htm#top"><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#800080;">top of page</span></span></a></span></p>
<p>Legislation which is particularly relevant to plastics is the 1994 European Union Directive on Packaging and Packaging Waste 94/62/EC (the Packaging Directive), which aimed to establish producer responsibility for packaging waste. The directive was implemented in the UK through the Producer Responsibility Obligations (Packaging Waste) Regulations 1997 and the Packaging (Essential Requirements) Regulations 1998. The former sets targets for the recovery and recycling of packaging wastes, including plastics packaging waste. These targets are currently being revised by the EU. The UK government has recently published the national packaging recycling and recovery targets for 2006 and beyond. These require 23% of plastics waste to be recovered by 2006, rising to 25.5% by 2010.</p>
<p>For detailed information on these regulations and targets, see <a href="http://www.wasteonline.org.uk/resources/InformationSheets/Legislation.htm"><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#0000ff;">Waste Watch's Legislation information sheet</span></span></a>.</p>
<h2><a name="_What_you_can_do"></a>What you can do</h2>
<p><span class="smalltop"><a href="http://www.wasteonline.org.uk/resources/InformationSheets/Plastics.htm#top"><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#800080;">top of page</span></span></a></span></p>
<div class="box"><strong>A note regarding plastic bottle top collections:</strong> At present we are aware of only two collectors that will accept plastic milk-bottle tops for cash. If you believe you know of a scheme collecting for wheelchairs or other causes or cash, contact them directly to make 100% certain that they are willing to take bottle tops. The money that can be raised through plastic bottle top collections is small and it may be more worthwhile to collect cans, mobile phones or printer cartridges. If you have already collected a large number of bottle tops then it may be possible to find a reprocessor using the search facility on <a href="http://www.recoup.org/"><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#0000ff;">www.recoup.org</span></span></a>.</div>
<h3>When you put plastic bottles in recycling banks, or even in your bin, ALWAYS REMOVE THE BOTTLE TOPS.  This also enables them to be crushed more easily so they occupy less space.</h3>
<ul>
<li>Choose goods with minimal packaging, and which are packaged in a material that can be recycled or returned in your area.</li>
<li>Try to reduce the need to throw away plastics. For example, take a reusable shopping bag to the supermarket or corner shop, or re-use the bags you were given last time. Don't accept a bag if you don't need one. When they are beyond reuse, plastic carrier bags can be put into collection banks at some Morrisons, Tesco and Sainsbury's supermarkets.</li>
</ul>
<div class="box">
<h3 class="c14">Every year, an estimated 17½ billion plastic bags are given away by supermarkets. This is equivalent to over 290 bags for every person in the UK.</h3>
</div>
<ul>
<li>Rather than throwing them away, give plastic toys or containers to children's scrap stores or playgroups for reuse. Further details can be found <a href="http://www.childrensscrapstore.co.uk/"><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#0000ff;">here</span></span></a></li>
<li>Use plastic containers and bags again or make them into something else. For example use yoghurt pots to grow seedlings, use the top part of drinks bottles as cloches for plants and offer clean plastic carrier bags to charity shops.</li>
<li>Buy products that are refillable.</li>
<li>Think of ways of reducing the need for packaging. Don't add extra packaging yourself - a melon, a grapefruit or a bunch of bananas already has natural packaging - does it need to go in a plastic bag as well as your shopping bag, and does that already efficiently packaged dairy product or piece of meat really need another wrapper?</li>
<li>Ask your local authority recycling officers which materials are currently collected or may be collected in the future.</li>
<li>Look for products, e.g. bin liners and refuse sacks, made from recycled plastic, now available in many supermarkets. Also look out for products packaged in at least partially recycled material. For example, Shell Oil's 1 litre and 4 litre Helix oil packs now contain a proportion of recycled plastic, collected from domestic and industrial waste.</li>
<li>If it does not already run one, suggest to your local authority that it considers starting a plastics recycling scheme. The development of market opportunities has meant that at the moment demand is outstripping supply of plastic bottles, so new initiatives are needed to feed the process and ensure its success.</li>
<li>Encourage your local authority to buy products, such as street furniture, made from recycled plastic rather than wood.</li>
</ul>
<h2><a name="_Useful_publications"></a>Useful publications</h2>
<p><span class="smalltop"><a href="http://www.wasteonline.org.uk/resources/InformationSheets/Plastics.htm#top"><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#800080;">top of page</span></span></a></span></p>
<ul>
<li><strong>Community Recycling</strong>, a comprehensive guide to setting up, maintaining or expanding a local recycling scheme. Available to download from: <a href="http://www.wasteonline.org.uk/resources/WasteWatch/CommunityRecycling.htm"><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#0000ff;">www.wasteonline.org.uk/resources/WasteWatch/CommunityRecycling.htm</span></span></a></li>
<li><strong>Waste at Work</strong>, a practical guide to dealing with office waste. It includes ideas on reducing and reusing everything from toner cartridges through to toilet rolls, as well as a step-by-step guide to setting up an office recycling scheme. Available to download from: <a href="http://www.wasteonline.org.uk/resources/WasteWatch/WASTEWORK1.htm"><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#0000ff;">www.wasteonline.org.uk/resources/WasteWatch/WASTEWORK1.htm</span></span></a></li>
<li><strong>Plastics in the</strong> <strong>UK</strong> <strong>economy,</strong> a guide to polymer use and the opportunities for recycling. This report looks at the use of plastics in different industry sectors and explores the potential for recycling. Available to download from: <a href="http://www.wasteonline.org.uk/"><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#0000ff;">www.wasteonline.org.uk/</span></span></a></li>
</ul>
<p><a href="http://bersihplanet.multiply.com/journal/item/5">sumber</a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Reduce, Reuse, Recycle + Repair]]></title>
<link>http://moechah.wordpress.com/?p=132</link>
<pubDate>Tue, 07 Oct 2008 18:58:23 +0000</pubDate>
<dc:creator>moechah</dc:creator>
<guid>http://moechah.da.wordpress.com/2008/10/08/reduce-reuse-recycle-repair/</guid>
<description><![CDATA[nda pasti sudah pernah mendengar istilah 3R diatas yang sering didengungkan oleh banyak pencinta lin]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<h2>nda pasti sudah pernah mendengar istilah 3R diatas yang sering didengungkan oleh banyak pencinta lingkungan. 3R itu adalah Reduce, Reuse and Recycle. Kita akan tambahkan 3R tersebut menjadi 4R dengan adanya Repair.<!--more--></h2>
<p class="snap_preview" align="justify"><strong>Reduce</strong> berarti kita mengurangi penggunaan bahan-bahan yang bisa merusak lingkungan. Reduce juga berarti mengurangi belanja barang-barang yang anda tidak “terlalu” butuhkan seperti baju baru, aksesoris tambahan atau apa pun yang intinya adalah pengurangan kebutuhan. Kurangi juga penggunaan kertas tissue dengan sapu tangan, kurangi penggunaan kertas di kantor dengan print preview sebelum mencetak agar tidak salah, baca koran online, dan lainnya.</p>
<p class="snap_preview" align="justify"><strong>Reuse</strong> sendiri berarti pemakaian kembali seperti contohnya memberikan baju-baju bekas anda ke yatim piatu. Tapi yang paling dekat adalah memberikan baju yang kekecilan pada adik atau saudara anda, selain itu baju-baju bayi yang hanya beberapa bulan dipakai masih bagus dan bisa diberikan pada saudara yang membutuhkan.</p>
<p class="snap_preview" align="justify"><strong>Recycle</strong> adalah mendaur ulang barang. Paling mudah adalah mendaur ulang sampah organik di rumah anda, menggunakan bekas botol plastik air minum atau apapun sebagai pot tanaman, sampai mendaur ulang kertas bekas untuk menjadi kertas kembali. Daur ulang secara besar-besaran belum menjadi kebiasaan di Indonesia. Tempat sampah yang membedakan antara organik dan non-organik saja tidak jalan. Malah akhirnya lebih banyak gerilyawan lingkungan yang melakukan daur ulang secara kreatif dan menularkannya pada banyak orang dibandingkan pemerintah.</p>
<p class="snap_preview" align="justify"><strong>Repair</strong> menjadikan 3R menjadi 4R. Repair memang banyak dilupakan oleh banyak orang, dan ini sebenarnya adalah hal yang terpenting di Indonesia. Repair adalah usaha perbaikan demi lingkungan. Contoh memperbaiki barang-barang yang rusak agar bisa kita gunakan kembali seperti sepatu jebol yang kita perbaiki karena dengan begitu kita tidak perlu membeli sepatu baru. Hal lain yang lebih besar adalah reboisasi atau perbaikan lahan kritis karena dengan ini kita bisa memiliki daerah resapan yang lebih besar dan menahan limpahan air yang bisa menyebabkan longsor. Penanaman bakau juga merupakan perbaikan lingkungan. Vulkanisir ban juga repair sehingga dapat kita reuse.</p>
<p class="snap_preview" align="justify">Banyak sekali hal yang bisa kita lakukan dari repair ini sendiri dan sangat diperlukan di Indonesia. Yang terpenting adalah kreativitas dan kemauan karena tanpa keinginan yang kuat, membuang sampah di jalan pun menjadi mudah. Tapi kalau anda sudah membiasakan diri dengan hidup yang menghargai lingkungan, maka dengan mudah anda dapat menahan diri.</p>
<p class="snap_preview" align="justify"><a href="http://akuinginhijau.wordpress.com">sumber</a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pengembangan Bahan Plastik Biodegradabel Berbahan Baku Pati Tropis]]></title>
<link>http://moechah.wordpress.com/?p=129</link>
<pubDate>Tue, 07 Oct 2008 18:52:58 +0000</pubDate>
<dc:creator>moechah</dc:creator>
<guid>http://moechah.da.wordpress.com/2008/10/08/pengembangan-bahan-plastik-biodegradabel-berbahan-baku-pati-tropis/</guid>
<description><![CDATA[
Pengembangan Bahan Plastik Biodegradabel Berbahan Baku Pati Tropis
(Sumber: Hardaning Pranamuda –]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div id="item_body" class="bodytext">
<p align="center"><span style="font-size:x-small;font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;color:#000000;"><strong>Pengembangan Bahan Plastik Biodegradabel Berbahan Baku Pati Tropis<br />
(Sumber: Hardaning Pranamuda – Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi-BPPT)</strong></span></p>
<p><span style="font-size:x-small;font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;color:#000000;"><br />
Sampah plastik menjadi masalah lingkungan berskala global. Plastik banyak dipakai dalam kehidupan sehari-hari, karena mempunyai keunggulan-keunggulan seperti kuat, ringan dan stabil, namun sulit terombak oleh mikroorganisme dalam lingkungan sehingga menyebabkan masalah lingkungan yang sangat serius. Pengembangan bahan plastik baru yang dapat hancur dan terurai dalam lingkungan dengan hasil akhir air dan gas karbondioksida, atau dikenal dengan sebutan plastik degradabel, merupakan salah satu alternatif untuk memecahkan masalah penanganan sampah plastik. Di Jepang telah disepakati penggunaan nama plastik hijau (GURUIINPURA) untuk plastik biodegradabel.</span><!--more--></p>
<p><span style="font-size:x-small;font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;color:#000000;">Di beberapa negara maju, bahan plastik biodegradabel sudah ada yang diproduksi secara komersial, seperti poli (hidroksi alkanoat) (PHA), poli (e-kaprolakton) (PCL), poli (butilen suksinat) (PBS), dan poli asam laktat (PLA). Namun, kebanyakan bahan baku untuk bahan plastik biodegradabel tersebut kebanyakan masih menggunakan sumberdaya alam yang tidak diperbaharui (non-renewable resources) dan tidak hemat energi. Dengan demikian, tentunya pengembangan bahan plastik biodegradabel menggunakan bahan-bahan alam terbarui (renewable resources) sangat diharapkan.</span></p>
<p><span style="font-size:x-small;font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;color:#000000;">Bahan plastik biodegradabel poli asam laktat (PLA) menjadi kandidat yang menjanjikan, karena PLA dapat diproduksi dari bahan alam terbarui seperti pati-patian dan selulosa melalui fermentasi asam laktat. Selain daripada itu, PLA mempunyai sifat yang mirip dengan plastik konvensional.</span></p>
<p><span style="font-size:x-small;font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;color:#000000;">Indonesia kaya akan sumberdaya alam pati-patian. Pengembangan plastik biodegradabel yang tengah kami lakukan adalah pemanfaatan pati-patian tropis (sagu dan tapioka) melalui teknik blending pelet plastik dan pati, modifikasi pati dan sintesa kimiawi poli asam. Kami juga melakukan pengujian plastik biodegradabel untuk mengetahui kemampuan lingkungan (tanah) Indonesia untuk merombak plastik biodegradabel di daerah Serpong. Pengujian tersebut meliputi uji penguburan dan skrinning mikroorganisme yang berkemampuan menguraikan plastik biodegradabel. </span></p>
<p><span style="font-size:x-small;font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;color:#000000;">Produksi bahan plastik biodegradable akan mengalami peningkatan seiring dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya kelestarian lingkungan. Berdasarkan laporan BPS (1999), bahwa produksi plastik biodegradabel di dunia diproyeksikan mencapai hamper 1.200.000 ton/tahun. Dengan demikian, pendayagunaan pati tropis seperti sagu dan tapioka untuk bahan baku plastik biodegradabel bukan hanya membuka peluang terciptanya industri baru, tetapi juga memberikan andil dalam penyelesaian masalah penanganan sampah plastik di Indonesia. Tentunya, informasi mengenai kemampuan lingkungan dalam menerima polimer plastik baru sangat diperlukan untuk mencegah hal-hal negatif yang mungkin akan timbul dengan meluasnya pemakaian plastik biodegradable di masa datang.</span></p>
<p><span style="font-size:x-small;font-family:courier new,courier;"><em>dikutip dari:</em> </span></p>
<p><a href="http://www.jala-sampah.or.id/kegiatan/kegiatan09.htm"><span style="font-size:x-small;font-family:courier new,courier;">http://www.jala-sampah.or.id/kegiatan/kegiatan09.htm</span></a></p>
</div>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Logo pada Plastik]]></title>
<link>http://moechah.wordpress.com/?p=123</link>
<pubDate>Tue, 07 Oct 2008 18:40:25 +0000</pubDate>
<dc:creator>moechah</dc:creator>
<guid>http://moechah.da.wordpress.com/2008/10/08/logo-pada-plastik/</guid>
<description><![CDATA[
Pernahkah anda memperhatikan adanya simbol-simbol ini pada pengemas yang terbuat dari bahan plastik]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"><a href="http://pvcindonesia.files.wordpress.com/2008/06/darkgree.gif"><img class="alignleft size-full wp-image-18" src="http://pvcindonesia.files.wordpress.com/2008/06/darkgree.gif?w=122&#38;h=113" alt="" width="122" height="113" /></a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Pernahkah anda memperhatikan adanya simbol-simbol ini pada pengemas yang terbuat dari bahan plastik? Apakah makna dan tujuan dari dicantumkannya simbol-simbol tersebut? </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Simbol segitiga dengan arah panah berputar merupakan symbol dari aktivitas daur ulang. Ini juga menyiratkan bahwa bahan-bahan plastik dapat di daur ulang. Sementara angka dan kata yang ada di dalam atau dibawah symbol segitiga tersebut adalah merupakan kode untuk mengidentifikasi jenis bahan plastik yang digunakan pada bahan pengemas tersebut. Terkadang kode indentifikasi yang digunakan berupa angka saja (1-7), dan terkadang berupa kata saja (PET atau PETE, HDPE, PVC atau V, LDPE, PP, PS, OTHER).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"><a href="http://pvcindonesia.files.wordpress.com/2008/06/plastic1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-19" src="http://pvcindonesia.files.wordpress.com/2008/06/plastic1.jpg?w=90&#38;h=90" alt="" width="90" height="90" /></a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Apapun kode yang digunakan, masyarakat umum tetap memerlukan penjelasan mengenai makna kode-kode tersebut.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Berikut ini adalah arti dari kode daur ulang bahan plastik:</span><!--more--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">“1” atau “PET” atau “PETE” adalah<span> </span>kode untuk bahan Poly Ethylene Terephthalate.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">“2” atau “HDPE” adalah<span> </span>kode untuk bahan High Density Poly Ethylene.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">“3” atau “V” atau “PVC” adalah<span> </span>kode untuk bahan Poly Vinyl Chlorida.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">“4” atau “LDPE” adalah<span> </span>kode untuk bahan Low Density Poly Ethylene.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">“5” atau “PP” adalah<span> </span>kode untuk bahan Poly Propylene.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">“6” atau “PS” adalah<span> </span>kode untuk bahan Poly Styrene.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="FI"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">“7” atau “OTHER” adalah<span> </span>kode untuk bahan plastik jenis selain itu, seperti Poly Carbonate, Poly Methyl Methacrylate, dan lain-lain.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="FI"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="FI"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Seperti kita ketahui, aktivitas daur ulang sampah rumah tangga di Indonesia belum dikelola dengan efisien. Proses pengelolaan daur ulang sampah rumah tangga harus di mulai di rumah-rumah, yaitu tempat dimana sampah-sampah tersebut mula-mula dihasilkan, dan di tahapan inilah sebenarnya efisiensi keseluruhan proses daur ulang sampah domestik ditentukan. Idealnya, di rumah-rumah, sampah-sampah sudah dipisah-pisahkan menurut jenisnya, biasanya dibagi menurut kategori ”sampah basah” dan ”sampah kering”. Sampah basah adalah sampah organik sisa-sisa makanan, sementara sampah kering biasanya dipisah-pisahkan lagi menjadi ”gelas dan plastik”, ”kaleng/aluminium”, dan ”kertas”.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="FI"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Mengapa sampah perlu dipisah-pisahkan sedemikian rupa? Alasan utamanya adalah agar sampah yang masih bisa didaur ulang itu tidak rusak sifat-sifatnya. Sebagai contoh, jika sampah plastik yang bersih tercampur dengan sampah basah yang berupa sisa-sisa makanan, maka diperlukan usaha-usaha untuk membersihkan plastik tersebut dari kotoran berminyak dari sisa -sisa makanan dan itu bukanlah suatu pekerjaan yang mudah. Jika plastik yang berminyak dan bercampur dengan sedikit sisa makanan itu dicoba diproses kembali menjadi barang baru dengan menggunakan mesin pemroses plastik, maka sifat produk plastik yang dihasilkan akan menjadi jauh lebih buruk karena adanya kontaminasi dengan bahan-bahan lain (kotoran). </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="FI"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Aktivitas daur ulang atas sebagian dari sampah rumah tangga sebenarnya sudah berlangsung selama ini, yang dimungkinkan karena adanya nilai ekonomi dari sebagian komponen dalam sampah rumah tangga, misalnya botol-botol plastik, besi, kayu dan gelas. Tapi sebenarnya masih banyak lagi komponen sampah yang bisa di daur ulang, jika saja aktivitas daur ulang tersebut dilakukan secara menyeluruh dan terintegrasi. Aktivitas semacam ini memerlukan dukungan segenap masyarakat dan terutama campur tangan pemerintah. </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="FI"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="FI"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Di Jepang, misalnya, daur ulang dilakukan secara besar-besaran, dengan melibatkan seluruh rakyat, lengkap dengan undang-undang yang disetujui lembaga DPRD disana, yaitu UU Pengumpulan Sampah Terpilah dan Daur Ulang Kaleng dan Kemasan (1997). Mengingat masalah penanganan sampah kita yang kurang baik dan sudah seringkali menimbulkan masalah sosial dan lingkungan, maka adanya inisiatif Pemerintah dan masyarakat untuk menggiatkan aktivitas daur ulang yang didukung dengan adanya undang-undang tentang pengelolaan sampah dan daur ulang sebenarnya sudah menjadi suatu kebutuhan yang mendesak saat ini.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="FI"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="FI"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Bahan plastik yang sebenarnya hingga saat ini telah memberi banyak manfaat bagi kehidupan manusia, pada akhirnya malah dibebani citra buruk ”tidak ramah lingkungan” karena bertebarannya sampah plastik dimana-mana. Sampah-sampah plastik yang bertebaran ini termasuk dalam kategori sampah plastik yang sudah terkontaminasi oleh kotoran, sehingga mempersulit (mempermahal biaya) proses daur ulangnya, sehingga menjadikannya tidak ekonomis untuk didaur ulang. Jika saja dilakukan pemisahan atas sampah di rumah-rumah, maka jenis sampah yang terkontaminasi kotoran semacam ini akan dapat dikurangi secara drastis. Sehingga sebagian besar sampah plastik akan dapat dengan mudah di daur ulang. Sebenarnya ini adalah tanggungjawab seluruh masyarakat untuk mengelola sampah-sampah plastik tersebut, karena daur ulang tidak mungkin dilakukan tanpa kerjasama yang baik oleh masyarakat. Ada sementara pihak yang mengusulkan pengurangan penggunaan bahan plastik sebagai suatu solusi bagi masalah yang ditimbulkan oleh sampah plastik. Sebenarnya solusi semacam itu tidak menyentuh akar dari permasalahan yang sesungguhnya. Jika kita amati, tingkat konsumsi bahan plastik perkapita di suatu negara adalah sebanding dengan pendapatan perkapita negara tersebut. Artinya dengan semakin majunya suatu negara maka otomatis tingkat konsumsi bahan plastik akan meningkat, karena bahan plastik adalah kebutuhan dasar masyarakat modern yang telah menyumbang pada perbaikan tingkat kesehatan, higienis, kemudahan dan kenyamanan hidup masyarakat. Tingkat konsumsi plastik Indonesia pertahun saat ini adalah 1,45 kg per kapita (data tahun 2007), hanya sedikit lebih tinggi dibanding negara-negara miskin di Afrika. Angka ini masih 4 kali lebih rendah dari Thailand (5,97 kg per kapita) dan 7 kali lebih rendah dibandingkan Malaysia (10,4 kg per kapita) (data tahun 2004). Dan tingkat konsumsi plastik tertinggi adalah di Eropa Barat (14,1 kg per kapita) dan Amerika Serikat (15,5 kg per kapita) (data tahun 2004). Mengurangi konsumsi plastik berarti membawa kita setingkat atau bahkan lebih rendah dari negara-negara miskin di Afrika. Sementara itu negara-negara Eropa mampu ”berdamai” dengan tingkat konsumsi plastik yang begitu tinggi (10 kg per kapita) disebabkan karena proses daur ulang plastik telah dilakukan secara intensif di negara-negara tersebut, sehingga sampah plastik tidak menjadi masalah. Di negara-negara dengan tingkat daur ulang plastik yang baik, bahan plastik justru menjadi sahabat masyarakat karena telah diakui luas manfaatnya selama ini. tambahan informasi.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Simbol-simbol yang ditampilkan diartikel tersebut sebenar-benarnya adalah untuk kepentingan proses daur ulang bahan-bahan tersebut, dan bukan untuk mendiskriminasikan beberapa jenis plastik dibanding yang lainnya. Jadi saya kurang setuju dengan semangat yang tersirat dalam artikel tersebut. Pada bentuk aslinya, simbol-simbol tersebut memiliki warna yang sama. Dan pada kenyataannya, masing-masing bahan ini telah banyak menyumbangkan perbaikan bagi kondisi hidup manusia selama beberapa dekade terakhir.</span></p>
<p><a href="http://pvcindonesia.files.wordpress.com/2008/06/recycling-logos.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-16" src="http://pvcindonesia.files.wordpress.com/2008/06/recycling-logos.jpg?w=300&#38;h=215" alt="" width="300" height="215" /></a></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman;">Sebenarnya popularitas bahan plastik secara umum disebabkan karena sifatnya yang cocok utk banyak aplikasi dan ekonomis. Kita ambil contoh, pipa plastik PVC misalnya, sudah lama menggantikan banyak porsi yang dulu ditempati pipa besi. Selain memenuhi standar kekuatan utk banyak aplikasi pipa, PVC juga jauh lebih murah, proses produksinya lebih bersih (polusi minimal), beratnya yang ringan juga menghemat ongkos transportasi, menghemat konsumsi BBM serta mengurangi emisi gas buang selama transportasi. Singkatnya, jauh lebih ramah terhadap lingkungan.</span></p>
<p>Masalah isu-isu bahwa bahan plastik mengandung racun, sebaiknya kita berhati-hati menyebarkannya. Masalah kandungan bahan plastik itu sudah lama diatur dalam regulasi di banyak negara. Di Amerika ada FDA, di Uni Eropa ada EU Directives yang mengatur apa kandungan yang dibolehkan ada dalam plastik dan dalam jumlah berapa banyak. Belum lagi berbagai inisiatif dari pihak industri maupun pemerintah, seperti REACH, RoHS dan lain-lain yang berusaha melindungi masyarakat umum dari kemungkinan paparan zat-zat yang dapat mengganggu kesehatan manusia.</p>
<p>Seperti kita tahu dalam ilmu toksikologi, kita bukan hanya berbicara tentang potensi bahaya dari suatu zat, tapi harus juga menyebutkan suatu jumlah kandungan/paparan maksimum yang bisa ditolerir dan dijamin keamanannya bagi kesehatan manusia. Karena, kandungan/paparan yang sangat rendah dapat menjadikan zat apapun menjadi tidak beresiko terhadap kesehatan manusia. Sebaliknya bahan yang umum dikonsumsi seperti gula dan garam, jika dikonsumsi dalam jumlah terlalu banyak akan dapat membahayakan kesehatan manusia. Di internet bahkan banyak pihak yang mengkampanyekan agar orang tidak mengkonsumsi gula, karena konsumsi gula berlebihan telah terbukti mampu membunuh banyak manusia secara perlahan, melalui berbagai penyakit yang diakibatkan oleh konsumsi gula yang berlebihan.</p>
<p>Jadi jika kita meributkan zat-zat yang terkandung dalam plastik dan menganggapnya berbahaya bagi kesehatan, tanpa menyinggung-nyinggung standar yang berlaku secara internasional, maka kita sebenarnya telah mementahkan kembali studi intensif yang sudah puluhan tahun berlangsung tentang keamanan penggunaan bahan-bahan aditif dalam plastik atau sisa-sisa bahan baku yang masih tersisa di dalam plastik. Sebenarnya sumbangan bahan plastik kepada umat manusia tidak sedikit, bahkan berjasa memperbaiki tingkat higienis dan kesehatan manusia. Pembungkus plastik, misalnya, jika dibandingkan dengan daun pisang yg rawan kontaminasi, atau bahan-bahan pembungkus tradisional lainnya yang rawan kontaminasi, telah berjasa membuat manusia lebih sehat. Dengan jasa pembungkus plastik juga makanan bisa disimpan dan diawetkan lebih lama, jika tidak akan lebih banyak krisis pangan karena kesulitan dalam pendistribusian makanan ke tempat-tempat yang jauh. Pipa air plastik itu sangat tahan lama, bahkan ada yang sudah berusia 40 tahun masih berfungsi sampai sekarang. Sangat tahan lama, tidak berkarat, tidak ada resiko masuknya kontaminasi ke air bersih karena kekuatannya yang baik dan tidak berkarat sehingga tidak bocor dan terbukti selama 40 tahun bisa melayani masyarakat. Sebenarnya karena sumbangan-sumbangan seperti inilah tingkat pengharapan hidup manusia makin panjang. Manusia sekarang kan sudah jauh lebih sehat dibanding zaman dulu.</p>
<p>Seperti kita tahu, industri bahan plastik adalah industri global yang mata rantainya (pembelian bahan baku dan penjualan produknya) saling berhubungan secara global dan yang terikat dengan trend global ttg keamanan penggunaan aditif-aditif yang digunakan.</p>
<p>Akhirnya, kemajuan peradaban selalu didasarkan pada pengetahuan yang sudah dihasilkan sebelumnya. Jika kita berusaha membangun sesuatu tanpa merujuk pada pengetahuan/penelitian ilmiah yang sudah dilakukan, saya khawatir kita justru menuju pada kemunduran, bukannya kemajuan.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Omålade idéer]]></title>
<link>http://paljettenq.wordpress.com/?p=988</link>
<pubDate>Tue, 07 Oct 2008 18:04:35 +0000</pubDate>
<dc:creator>PaljettenQ</dc:creator>
<guid>http://paljettenq.da.wordpress.com/2008/10/07/omalade-ideer/</guid>
<description><![CDATA[Idag har jag varit på informationsdag om att Starta Eget. Det är så dags nu när jag har kommit i]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Idag har jag varit på informationsdag om att Starta Eget. Det är så dags nu när jag har kommit in på sista kvartalet på det andra året..*S* Men för att snappa upp nya idéer och få nyttig information klämde jag fast den där namnlappen på bröstet och gick in i föreläsningssalen.</p>
<p>När jag betraktade alla deltagarna såg de faktiskt ut som alla vi andra. Det kunde gott ha varit ett utsnitt av folk från gågatan. Det var varierad ålders- och könsfördelning, fascinerande att se på dem. Tanken på att flera av dem säkert sitter på en briljant affärsidé och de sticker inte ens ur mängden, det är spännande. Ungefär som att de som har en stor idérikedom har en tänkarmössa likt <a title="Länk till en bild på OppfinnarJocke" href="http://www.disney.se/kalleanka/ankeborg/portratt/oppfinnarjocke/index.html">Oppfinnar Jocke</a> på huvudet.</p>
<p>Utan målande beskrivningar och lull lull kan jag säga att det var... söker ord... Det var rätt informativt. Jag har ju naturligtvis koll på vissa saker redan men det är bra att få ny inspiration till företagandet. Det vore en överdrift att säga att jag nu sitter med uppkavlade ärmar och piskar tjuren jag håller i hornet. Nej, jag har med stadig hand antecknat hela dagen och ett och annat förslag ska jag pröva i praktiken. En och annan glödlampa har ju blinkat till med ett par lux.</p>
<p>Önskelista från tomten i år:</p>
<ul>
<li>En revisor</li>
<li>En agent</li>
<li>En snickare</li>
<li>En elektriker</li>
<li>En gallerist</li>
<li>En mecenat</li>
</ul>
<p><em>Tack på förhand tomten!</em></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[sea entreupreuner - academy/ sekolah juragan]]></title>
<link>http://gatothp2000.wordpress.com/?p=24</link>
<pubDate>Tue, 07 Oct 2008 09:55:39 +0000</pubDate>
<dc:creator>gatothp2000</dc:creator>
<guid>http://gatothp2000.da.wordpress.com/2008/10/07/sea-entreupreuner-academy-sekolah-juragan/</guid>
<description><![CDATA[dalam diskusi siang hari dgn p bag, bu dewi, maupun kristalisasi dari hal2 yg pernah kita kembangkan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>dalam diskusi siang hari dgn p bag, bu dewi, maupun kristalisasi dari hal2 yg pernah kita kembangkan, dimasa lalu, dan meniru cisco program,terbersit pembinaan insan ttg mencari dan mendidik mereka yg mengembangkan menjadi entreupreuner atau istilah kami juragan. di indonesia sdh banyak program ttg ukm, juragan muda, hipmi, dll yg terkait dgn penciptaan entreupreuner baru....dengan memberikan sertifikat entreupreuner dan bbrp kompetensi yg di akui sbg sks dr akademi/politek misalnya..ini perlu sinergi yg terus menerus...</p>
<p><!--more-->mungkin sistem training maupun pendidikan khusus utk hal ini perlu di sinergikan dgn ukuran yg jelas..dan peserta nya jelas.</p>
<p>s<strong>alah satu dasar  pemikiran, atau hukum nya  al, </strong></p>
<p><span><span>•</span></span><span>Kebutuhan akan lapangan kerja</span></p>
<p><span><span><span>•</span></span><span>Penyiapan pembuka lapangan kerja</span></span></p>
<div class="O">
<div><span><span>•</span></span><span>Tidak ada kaitannya dgn gelar akademi dari </span><span>lebaga pendidikan </span></div>
<div><span><span>•</span></span><span>Seamolec yg mengembangkan bersama </span><span>masarakat ukm/industri besar..? </span></div>
<div><span><span>•</span></span><span>Contoh cisco academy program, maupun program sejenis.. </span></div>
<div><span><span>•produk2 /hasil akhir </span></span><span>Yg di kembangkan oleh industri.. </span></div>
<div></div>
<div><strong>serta tolok ukur ke berhasilan al.:</strong></div>
<div><strong><br />
</strong></div>
<div>
<div class="O">
<div><span><span>•</span></span><span>Peningkatan dari omset </span></div>
<div><span><span>•</span></span><span>Peningkatan pegawai </span></div>
<div><span><span>•</span></span><span>Peningkatan cabang</span></div>
<div></div>
<div><span><strong>mungkin salah satu masukan persaratan..</strong></span></div>
<div></div>
<div class="O">
<div><span><span>•</span></span><span>Minimal sltp </span></div>
<div><span><span>•</span></span><span>Mempunyai toko/shop/produk yg bisa di ukur dgn </span><span>omst dll </span></div>
<div><span><span>•</span></span><span>Terkait dgn ijin memperkerjakan anak2 di atas 15 </span><span>thn, aturan<span>  </span>ILO </span></div>
<div><span><span>•</span></span><span>Memanfaatkan tjj, internet, intranet, satelit, pos dll </span><span>sbg laporan </span></div>
<div><span><span>•</span></span><span>Membuat laporan setiap bulan?/3 bulan?/ atau setiap </span><span>semester, sebagai sharing bhn ajar, pengalaman </span><span>antar peserta </span></div>
</div>
<div><span>sertifikasi yg di keluarkan oleh seamolec atau kerma dgn innotech atau institusi lainnya yg sejenis ,</span></div>
<div class="O">
<div><span><span>•</span></span><span>Sertifikasi<span>  </span>dgn 6/9<span>  </span>level. </span></div>
<div><span><span>•</span></span><span>Berbasis profisiensi, pengembangan antara </span><span>kompetensi dan hasil/produkk akhir yg terkait </span><span>dgn kemampuan seseorang </span></div>
<div><span><span>•</span></span><span>Di buat kesepakatan awal pada level berapa </span><span>dan akan mencapai level berapa thd suatu </span><span>waktu </span></div>
<div></div>
</div>
<div><span><strong>kapan mulai dan siapa pelaku2 nya..</strong></span></div>
<div></div>
<div class="O">
<div><span><span>•</span></span><span>Perkembangan sd saat ini dr ranngkuman<span> penelitian oleh  </span></span><span>p4tk cianjur dgn bbrp smk yg sdh jalan dgn kelas wirausahanya, atau uni yg mengembangkan kelas wirausahanya, atau lembaga2 lain yg juga mengembangkan  kelas wirausaha,</span></div>
<div><span><span>•</span></span><span>Membentuk kelas<span>  </span>baru pada sistem yg ada </span></div>
<div><span><span>•</span></span><span>Membuat kelas baru dari pnfi </span></div>
<div><span><span>•</span></span><span>Mengembangkan sistem yg sdh ada </span></div>
</div>
<div><span> </span></div>
<div><strong>rencana serta pemikiran target,</strong></div>
<div></div>
<div>
<div class="O">
<div><span><span>•</span></span><span>Target peserta </span></div>
<div><span><span>•</span></span><span>Target kota/kabupaten </span></div>
<div><span><span>•</span></span><span>Target negara </span></div>
<div><span><span>•</span></span><span>Target level </span></div>
<div><span><span>•</span></span><span>Target networking antar<span>  </span>lulusan atau peserta.. </span></div>
<div><span><span>•</span></span><span>Terget pertemuan darat setiap tahun..?</span></div>
<div></div>
<div><span><strong>bidang2 yg mungkin perlu di kembangkan </strong></span></div>
<div></div>
<div>
<div class="O">
<div><span><span>•</span></span><span>Penjualan-retail </span></div>
<div><span><span>•</span></span><span>perikanan’ </span></div>
<div><span><span>•</span></span><span>Peternakan </span></div>
<div><span><span>•</span></span><span>Pariwisata </span></div>
<div><span><span>•</span></span><span>Boga </span></div>
<div><span><span>•</span></span><span>Toko2 khusus </span></div>
<div><span><span>•</span></span><span>Mlm </span></div>
<div><span><span>•maupun bidang2 yg memang di perlukan dan di kembangkan oleh industri yg sdh ada</span></span></div>
<div></div>
<div><strong>bentuk usaha yg ada dan mungkin perlu di adakan...</strong></div>
<div></div>
<div>sistem mini  waralaba, bagi mereka yg memerlukan modal kecil, </div>
<div>atau wara laba yg sdh berjalan seperti saat ini...atau</div>
<div>siapapun juga yg mau mengembangkan usahanya bersinergi dgn seamolec dan juga dgn industri atau perbankan atau pemerintah daerah maupun siapapun  dgn tujuan menciptakan lapangan kerja baru...</div>
<div></div>
<div>pendampingan dan masa berlakunya sertifikasi entreupreuner</div>
<div></div>
<div>perlu di siapkan pendampingan terus menerus, serta mekanisme pembiayaan, iuran atau apapun,  dan sertifikasi  yg berlaku terbatas..mis 3 thn utk setiap level, dan di umumlkan secara terbuka..kke publik..</div>
<div></div>
<div></div>
<div></div>
<div>saran2..?  dari setiap  bagian akan menyempurnakan konsep program seamolec-entreupreuner - academy</div>
<div></div>
<div>kami tunggu ya..</div>
<div>terimakasih</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[gender n  fasilitasi training dan kuliah ibu2 rumah tangga di sekitar anda]]></title>
<link>http://gatothp2000.wordpress.com/?p=22</link>
<pubDate>Tue, 07 Oct 2008 09:15:38 +0000</pubDate>
<dc:creator>gatothp2000</dc:creator>
<guid>http://gatothp2000.da.wordpress.com/2008/10/07/gender-n-fasilitasi-training-dan-kuliah-ibu2-rumah-tangga-di-sekitar-anda/</guid>
<description><![CDATA[setelah kita merayakan lebaran, dan b erkunjung ke saudara, kita sdh kembali ke lingkungan masing2]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>setelah kita merayakan lebaran, dan b erkunjung ke saudara, kita sdh kembali ke lingkungan masing2..., saat ini sdh banyak sekolah yg tersambung internet, dan banyak hal yg sdh dapat di unduh dgn cepat dan murah.  saat ini banyak ibu2/sdrikita/ yg kurang mendapatkan peluang utk meningkatkan pengetahuan serta kompetensinya setelah mereka berkeluarga atau karena kekurangan  biaya atau tempat yg  di inginkan.</p>
<p><!--more-->mungkinkan ada suatu percontohan,  dimana para iburumah tangga di beri peluang utk belajar siang sore hari di tempat2 terdekat...misalnya di smp yg di lengkapi dgn tv edu, maupun internet dgn mt pelajaran2 tertentu dan ada ujiannya, serta ada penanggung jawabnya....sehingga mereka mendapatkan pengetahuan atau ke trampilan yg di perlukan ooleh lingkunngannya... di cuba, ibu rumah tangga juga bpk2, siang hari di undang ke smp utk kuliah sore ahri, 4  jam / hari, sama dgn uni trerbuka, memanfaatkan tv edu mereka serta dosen setempat, utk meningkatkan pengetahuan mereka...., dan mereka  di biaya subsidi trqnsportasi us 5/bulan. setelah 3 - 4 tahun mereka mendapatkan bsc sesuai dgn pilihan mereka...bgmn pendapat anda klo di indonesia kita coba mulai dgn pola sejenis..?..</p>
<p>mungkin di daerah anda disekitar sekolah yg sdh tersambung dgn jardiknas, mulai bisa di lakukan dgn sinergi dgn ut, univ yg menjalankan pjj atau lembaga training lainnya....atau</p>
<p>kita usulkan bersama pada pimpinan daerah tersebut utk mendidik masarakat dengan ilmu2 yg menghasilkan penghsilan tambahan serta mempunyai peluang bekerja di rumah atau di tempat baru atau menciptakan lapangan kerja baru dgn membuat jasa2 yg bisa dilakukan di rumah...</p>
<p>atau mungkin anda punya ide..yg baru...agar ibu2 atau suami atau anggota keluarga yg sedang tidak aktif di rumah bisa mendapatkan kegiatan baru..utk meningkatkan kompetensi nya serta mempunyai peluang  kerja baru..?</p>
<p>long life education..adalha yg di dorong oleh unesco dalam konvensi dakar nya...yg merupakan hal yg perlu kita fasilitasi utk semuanya...</p>
<p>kita melihat, klo ibu2 atau suami2 yg di rumah bisa mendapatkan hal2 baru,  akan terjadi keluarga yg terupdate terus menerus....dan tidak ketinggalan informasi terbaru..yg bermanfaat..</p>
<p>bukan berarti klo sdh berumah tangga , kesempatan utk menimba ilmu akan berhenti..?..justru setelah berumah tangga kesempatan mencari ilmu harus lebih giat lagi utk merubah nasib masing2 individu...</p>
<p>tidak aada istilah terlambat utk belajar.....tidak ada istilah terlambat utk berubah enjadi lebih baik...</p>
<p>tidak ada istilah terlambat utk menolong sesama tetangga yg membutuhkan info/pengetahuan/serta peluang2 yg baik agar nasibnya berubah...</p>
<p>mari kita siapkan dan usahakan bersama, di mulai dari lingkungan kita sendiri..., ibu2 atau suami atau keluarga yg berlatar belakang pendidikan dan karakter yg baik akan menghasilkan generasi muda yg lebih baik lagi...</p>
<p>selamat mencoba dan saran2 nya kita tunggu... terimakasih..</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[How useful are requirements management tools?]]></title>
<link>http://peram.wordpress.com/?p=41</link>
<pubDate>Tue, 07 Oct 2008 01:14:36 +0000</pubDate>
<dc:creator>Suresh Peram</dc:creator>
<guid>http://peram.da.wordpress.com/2008/10/07/how-useful-are-requirements-management-tools/</guid>
<description><![CDATA[Coding for most of the modern enterprise software systems is typically done using an Integrated Deve]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:black;font-family:Verdana;"><span style="font-size:small;">Coding for most of the modern enterprise software systems is typically done using an Integrated Development Environment (IDE). Defects are typically managed using a defect management system. However, when it comes to requirements, organizations have been relying on plain old word processors and email. What is the reason for this state of affairs? One possible reason could be that software developers cannot be very productive without an IDE where as a business analyst can use a word processor and document the requirements very well. </span></span></p>
<p><span style="color:black;font-family:Verdana;"><span style="font-size:small;">However, requirements management involves a lot more than just documenting requirements. Requirements need to be continuously revised as the project progresses and the revisions need to be available to all parties in a timely manner. A modern requirements management system can fulfil these needs and contribute to a project's success.</span></span></p>
<p><span style="color:black;font-family:Verdana;"><span style="font-size:small;">Organizations now have a wide range of requirements management systems that they can choose from. Some organizations have chosen to implement a common requirements management system across all of their projects. This approach is good, but if the system requires extensive training, all concerned employees will need to be trained before they can be productive with the system. Some systems require little or no training and if the organization has many projects where there is little time for training project personnel, these systems may be the right choice.</span></span></p>
<p><span style="color:black;font-family:Verdana;"><span style="font-size:small;">© 2008 Suresh Peram. All rights reserved.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Off Page Optimization]]></title>
<link>http://agw128.wordpress.com/?p=73</link>
<pubDate>Mon, 06 Oct 2008 15:19:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>agw128</dc:creator>
<guid>http://agw128.da.wordpress.com/2008/10/06/off-page-optimization/</guid>
<description><![CDATA[off page optimizition
Hari ini saya ingin membahas sedikit mengenai Off Page Optimization
Pada pemba]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong><em><span style="color:#0000ff;">off page optimizition</span></em></strong></p>
<p>Hari ini saya ingin membahas sedikit mengenai <span style="color:#0000ff;">Off Page Optimization</span><br />
Pada pembahasan sebelumnya saya telah menjelaskan sedikit mengenai<br />
On Page Optimization .<br />
Kebanyakan dari para pemilik situs, mereka berfikir hanya dengan<br />
menunggu traffic berdatangan ke website mereka. ternyata saat ini udah<br />
ga bisa begitu lagi.<br />
Kalo sekitar 5 tahun yang lalu sih masih bisa.<br />
Seiring dengan berjalannya waktu dan dengan membludaknya situs-situs baru<br />
setiap hari, Google sebagai search engine dituntut untuk lebih ketat dan lebih<br />
adil dalam menyeleksi situs yang berhak mendapat traffic  gratis dari mereka.<br />
Oleh sebab itu, google menambah beberapa kriteria yang harus dipenuhi oleh<br />
para pemiliki situs untuk mendapatkan traffic gratis dari search engine mereka.</p>
<p>Berdasarkan pengalaman para marketer yang telah berhasil, Off Page Optimization<br />
saat ini berperan sangat penting, bahkan ada yang mengatakan Off Page Optimization<br />
ini jauh lebih penting daripada On Page Optimization.</p>
<p>Tapi kalau menurut saya, baik  on page  atau off page, dua-duanya penting dilakukan<br />
untuk mencapai rangking yang tertinggi.</p>
<p>apa sih<span style="color:#0000ff;"> Off Page Optimization?</span><br />
Off Page Optimization  adalah suatu kegiatan yang kita lakukan pada situs dengan tujuan<br />
membuat robot search engine berfikir bahwa situs kita terkenal di antara situs yang lain.<br />
hal ini juga dikenal dengan istilah Link Popularity.</p>
<p>Seberapa terkenal situs kita di antara situs-situs yang lain akan menjadi bahan pertimbangan<br />
google dalam nenentukan posisi situs kita pada search engine.</p>
<p>Komponen utama dari Off Page Optimization  adalah melalui back link yang berkualitas.</p>
<p><span style="color:#0000ff;">Apa Sih Back link itu ?</span><br />
Back link ada beberapa jenis :</p>
<p><span style="color:#ff0000;">Back Link 1 Arah.</span><br />
Link satu arah ini bisa disebut juga dengan \"one way link back\". Dimana orang lain nge-link<br />
ke situs kita, tapi kita tidak nge-link balik ke situs mereka. Ini biasa terjadi kalau situs kita<br />
mempunyai informasi yang dianggap menarik oleh pemilik situs lain, dan dia merekomendasikan<br />
situs kita pada orang lain atau pengunjungnya.</p>
<p>Misalnya : saya punya situs namanya : www.bandungtempodulu.com, terus karena di dalamnya<br />
terdapat informasi yang menurut Adi Guswandi penting, lalu Adi Guswandi<br />
ngelink salah satu informasi yang ada di web saya tsb ke web Adi Guswandi. nah, itu<br />
namanya link satu arah.</p>
<p><span style="color:#ff0000;">Link dua arah</span><br />
Link seperti ini misalnya : saya punya web, nah  Adi Guswandi  juga punya web,<br />
kita saling nge-link satu sama lain dengan catatatan, link kita harus ada saling keterkaitan satu<br />
sama lainnya. jadi tidak asal ngelink aja.<br />
Misalnya  Adi Guswandi  punya web mengenai mobil, nah ada baiknya melakukan<br />
link dengan web ban mobil atau audio.</p>
<p>Link Back yang baik dan nyambung akan dinilai baik oleh google sehingga menciptakan<br />
urutan yang tinggi dan utama pada search engine.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Library Robot for Java]]></title>
<link>http://uninvented.wordpress.com/?p=9</link>
<pubDate>Sun, 05 Oct 2008 20:15:32 +0000</pubDate>
<dc:creator>mickelangelo</dc:creator>
<guid>http://uninvented.da.wordpress.com/2008/10/05/library-robot-for-java/</guid>
<description><![CDATA[A plugin / website combination which automagically downloads Java libraries and sources and configur]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>A plugin / website combination which automagically downloads Java libraries and sources and configures a project in your favourite IDE with the correct jar files, sources, Javadocs etc.  Oh and btw my favorite IDE is IDEA from JetBrains. Dependencies and library information could be pulled from larger source code repositories, configured by hand, and/or maintained by a 'Social' site for library metadata and links.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Game trading card online]]></title>
<link>http://frozt86.wordpress.com/?p=45</link>
<pubDate>Sun, 05 Oct 2008 15:19:54 +0000</pubDate>
<dc:creator>frozt86</dc:creator>
<guid>http://frozt86.da.wordpress.com/2008/10/05/game-trading-card-online/</guid>
<description><![CDATA[Game trading card sdah lama ada, tetapi yang online sudah ada, tetapi bayar.. dan tidak uptodate sep]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Game trading card sdah lama ada, tetapi yang online sudah ada, tetapi bayar.. dan tidak uptodate seperti yang dikenyataan. Ada beberapa game trading card yang populer saat ini, seperti <em><strong>Magic The Gathering</strong></em>, <em><strong>Yu Gi Oh</strong></em>, <em><strong>WOW (World of Warcraft)</strong></em>, <em><strong>Pokemon</strong></em>, dan lain sebagainya. Indonesia yang sangat miskin akan ide ini kalo bisa kita membuat sendiri game tersebut, berbasis destop yang online.</p>
<p>bagaimana bisa kita membuatnya??</p>
<p>bisa saja. asal kita memiliki konsep yang berbeda dengan yang lainnya kita bisa buat game trading card yang baru asli dari Indonesia. Hanya dengan mencuri sebagian konsep - konsep game trading card yang sudah ada, lalu dikombinasikan dan diperkaya oleh ide kita sendiri.</p>
<p>Lalu bagaimana kita bisa membuatnya menjadi game berbasis desktop??</p>
<p>Membuat dengan mencari - cari dengan bantuan '<strong>Google</strong>', bagaimana membuat game? Apa saja yang diperlukan? Bagaimana membuatnya? itu semua kita bisa peroleh dari 'Google'. Mencontoh saja dari game - game desktop yang sering kita sebut '<strong>Gamehouse</strong>'. Dari berbagai macam developer kita bisa membuatnya.. Dengan grafis yang sederhana, animasi yang minimalis sudah cukup untuk dipasarkan di Indonesia. Kalo bisa nih membuat game tersebut menjadi multiplatform sebagai keunggulan game ini.</p>
<p>Kita bisa menggunakan <strong>openGL</strong> untuk grafisnya, dan menggunakan library2 yang lain yang dapat mendukung..</p>
<p>Kenapa game trading card??</p>
<p>Karena, ada beberapa point;</p>
<p>1. Simple, tidak terlalu rumit. Dikarenakan berbasis giliran / boso jowonya gantian</p>
<p>2. Tidak memerlukan teknik grafis dan animasi yang sangat ahli.</p>
<p>3. Melatih <strong>SWOT (Strengh, Weakness, Oportunity, Threat)</strong>, Dimana bermain game ini sama dengan bermain strategi yang pemain diminta untuk melihat kondisi dirinya, lawan, dan sekitarnya.</p>
<p>4. Sebagai gebrakan pertama game online yang berasal dari Indonesia</p>
<ol></ol>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[IDEs in LINUX the good bad and the not so ugly !!]]></title>
<link>http://kunalghosh.wordpress.com/?p=74</link>
<pubDate>Sat, 04 Oct 2008 12:23:27 +0000</pubDate>
<dc:creator>kunalghosh</dc:creator>
<guid>http://kunalghosh.da.wordpress.com/2008/10/04/ides-in-linux-the-good-bad-and-the-not-so-ugly/</guid>
<description><![CDATA[TARGET AUDIENCE:HIGH SCHOOL &amp; UNDER GRADUATE COLLEGE STUDENTS
Well in undergraduate college cour]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong>TARGET AUDIENCE:HIGH SCHOOL &#38; UNDER GRADUATE COLLEGE STUDENTS</strong></p>
<p>Well in undergraduate college courses we all are taught to write programs in C/C++ etc we all are very happy and enthusiastic about it but little do we know about the stark realities of real word programming !!<br />
the TURBO C++ IDE used in most colleges and homes by students is though easy ( if i may call it so :)) to learn doesn't teach us good project management skills. I know that project management skill like code reuse , splitting the code into many files etc can be done even in this IDE but the point is that it doesn't enforce it !!</p>
<p>So let me point out a few popular IDEs</p>
<p>(i will not feature CODE::BLOCKS as i myself have not used it fellow developers are welcome to leave comments about the use of CODE::BLOCKS IDE)</p>
<p>that are available to students using linux</p>
<p>( i am a staunch supporter of linux )</p>
<p>1.<a href="http://www.geany.org">GEANY</a></p>
<p>it is a very simple IDE and IDEAL for beginners if you are using UBUNTU you'll most probably find it in the repositories.</p>
<p>NOTE: it does not have a debugger built in.And has very elementary project management features.</p>
<p>to compile a sample C code</p>
<p>/*------------hello world.c--------------*/</p>
<p>#include &#60;stdio.h&#62;</p>
<p>int main()</p>
<p>{</p>
<p>printf("Hello, World !!\n");</p>
<p>return(0);</p>
<p>}</p>
<p>/*-------------------------------*/</p>
<p>step 1.click on File-&#62;New</p>
<p>step 2.replace all the text with the code given above.</p>
<p>step 3.save the file</p>
<p>step 4.click Build-&#62;compile (it should not give any errors)</p>
<p>step 5.click Build-&#62;build (it should not give any errors)</p>
<p>step 6.click Build-&#62;execute.</p>
<p>Voila !! there you have your output.</p>
<p>Note: incase you are using math.h header file</p>
<p>goto build-&#62;set includes &#38; arguments</p>
<p>and change the compile entry to gcc -Wall -c -lm "%f"</p>
<p>and build entry to gcc -Wall -lm "%f"</p>
<p>2.<a href="www.anjuta.org">Anjuta</a></p>
<p>It is a very mature and stable and useful and .... IDE ideal for many practical uses but for now i will explain only how to write and compile a sample C code</p>
<p>1.click on File-&#62;New-&#62;project</p>
<p>2.forward</p>
<p>3.Project Type select "Generic" under the C tab.</p>
<p>4.give a relevant project name (<span style="color:#ff0000;">***without spaces***</span>) and forward</p>
<p>5.destination :select the path of an empty folder.</p>
<p>6.Apply</p>
<p>7.in the files sidebar select "src"-&#62;"main.c"</p>
<p>8.you are by default given a sample hello world program</p>
<p>9.click on Build-&#62;compile</p>
<p>10.Build-&#62;build</p>
<p>11.Build-&#62;execute program.</p>
<p>you should be able to see the "Hello world" output in a seperate window</p>
<p>NOTE:in case you are using the math.h header file</p>
<p>in files sidebar select "src"-&#62;MakeFile</p>
<p>in that replace the entry on the 86th line</p>
<p>"CPP = gcc -E" with "CPP = gcc -E -lm"</p>
<p>and save the makefile you may need to change the g++</p>
<p>entries if you are using c++ to code.</p>
<p>I am leaving <a href="http://www.kdevelop.org/">KDEVELOP</a> and <a href="http://www.netbeans.org/">NETBEANS</a> for you to practice on.</p>
<p>incase this article of mine has been of any use to you please leave a message.</p>
<p>(you could help me monitarily by taking a survey by clicking the add snippet at the bottom right</p>
<p>when you make an account i will be credited with 1.25USD)</p>
<p>regards and Best of Luck</p>
<p>kunal ghosh</p>
<p>(kunalghosh)</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Dota the movie??]]></title>
<link>http://frozt86.wordpress.com/?p=41</link>
<pubDate>Fri, 03 Oct 2008 13:33:45 +0000</pubDate>
<dc:creator>frozt86</dc:creator>
<guid>http://frozt86.da.wordpress.com/2008/10/03/dota-the-movie/</guid>
<description><![CDATA[Bagaimana jika ada film DotA(Defend of the Anceint), yang bercerita tentang pertempuran antara Senti]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Bagaimana jika ada film <em><strong>DotA</strong></em>(<em>Defend of the Anceint</em>), yang bercerita tentang pertempuran antara <em><strong>Sentinel </strong></em>dengan <em><strong>Scourge</strong></em> yang saling mempertahankan Ancient masing - masing (<em><strong>Tree of Life</strong></em> dan <em><strong>Frozen Throne</strong></em>). keduanya saling ingin menghancurkan Anceint musuhnya. Di pihak Sentinel berusaha menghancurkan Frozen Throne agar <em>T<strong>he Lich King</strong></em> tidak bangkit lagi untuk menguasai dunia, sedangkan Scourge berusaha menghancurkan pusat kehidupan, dan sihir bagi pihak sentinel yaitu Tree of Life.</p>
<p>Dimulai dari seorang anak remaja yang suka bermain game online khususnya Dota, dimana ia saling bercerita dan bertukar pikiran dengan teman - teman yang memiliki kegemaraan yang sama. ketika malam, ia bermain DotA sampai larut malam di kamarnya. setelah itu ia bermimpi seakan - akan ia mengikuti sebuah alur cerita latar belakang DotA. Dalam detilnya kedua pihak tersebut saling bertarung di berbagai tempat, Ada pihak Scourge yang menyerang Tree of Life lewat hutan, ataupun pihak Sentinel menyerang Frozen Throne lewat jalur laut. Juga diperlihatkan pertempuran besar di padang rumput, dimana banyak pasukan dan masing - masing hero dari kedua belah pihak saling mengeluarkan skill - skill, yang pastinya sesuai dengan gamenya tersebut. Pada saat pertempuran diperlihatkan hero yang kalah dan yang tetap bertahan untuk menyerang ataupun bertahan. Dimana ending dari film ini yaitu pemimpi terebut bangun saat kedua belah pihak saling menghancurkan Ancient lawan, dan akhirnya iapun telat masuk ke sekolah.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Make Money Online (1)]]></title>
<link>http://tech19.wordpress.com/?p=274</link>
<pubDate>Fri, 03 Oct 2008 11:54:10 +0000</pubDate>
<dc:creator>uniqueopini</dc:creator>
<guid>http://tech19.da.wordpress.com/2008/10/03/make-money-online-1/</guid>
<description><![CDATA[Peluang bagus masih terbuka untuk yang ingin mencari uang online. Situs-situs baru bermunculan dan m]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Peluang bagus masih terbuka untuk yang ingin mencari uang online. Situs-situs baru bermunculan dan menawarkan gagasan baru untuk anda. Mungkin bagi yang punya waktu luang bisa berkunjung di situs berikut, nampaknya cukup menarik.</p>
[caption id="attachment_282" align="alignnone" width="146" caption="dreambank.org"]<a href="http://www.dreambank.org" target="_blank"><img class="size-full wp-image-282" title="dreambank.org" src="http://tech19.wordpress.com/files/2008/10/result41.png" alt="dreambank.org" width="146" height="154" /></a>[/caption]
<p><a href="http://www.dreambank.org" target="_blank">Dreambank</a> :</p>
<p>Anda posting mimpi anda, dan dapatkan sumbangan dari orang tak dikenal atau juga orang yang dikenal. Sebaliknya juga anda bisa ikut berkontribusi kepada orang lain yang impiannya mungkin sama seperti anda dulu. Impian apa saja, yang penting bukan mimpi di siang bolong :).</p>
<p>Misalnya ingin meraih pendidikan lebih baik tapi tak ada biaya, anda bisa posting disini. Situs ini didevelop oleh tim dari Kanada dan menggunakan paypal sebagai media pembayarannya. Kapan ya versi Indonesia ada ?</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Vetmia, ndërgjegjësim!]]></title>
<link>http://atafili.wordpress.com/?p=1343</link>
<pubDate>Fri, 03 Oct 2008 11:50:50 +0000</pubDate>
<dc:creator>Bija e Islamit</dc:creator>
<guid>http://atafili.da.wordpress.com/2008/10/03/vetmia-ndergjegjesim/</guid>
<description><![CDATA[“Dhe ki durim ndaj asaj që të thonë dhe largohu atyre i matur.” – Kur’an, 73:10

Shkruan:]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" dir="ltr" align="center"><img class="alignleft size-full wp-image-1344" title="thjesht_figure0008" src="http://atafili.wordpress.com/files/2008/10/thjesht_figure0008.jpg" alt="" width="168" height="168" /><strong><em>“Dhe ki durim ndaj asaj që të thonë dhe largohu atyre i matur.”</em></strong> – Kur’an, 73:10</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" dir="ltr" align="center">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;text-indent:24pt;" dir="ltr" align="center">Shkruan: Avni Tafili</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:24pt;" dir="ltr">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;text-indent:24pt;" dir="ltr" align="center"><em>Vetmohu, por jo për t’u izoluar, por për t’u ndërgjegjësuar. Dhe, çdo herë kur e kalon një fazë të vetmisë; të qetësisë dhe të meditimit, do të ndjehesh akoma më i afërt me të tjerët, jo fizikisht, por shpirtërisht.</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;text-indent:24pt;" dir="ltr" align="center">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:24pt;" dir="ltr">Ç’ke o njeri që ndihesh sa i paaftë, i pavullnet e i pafrytë! E ç’kanë ato ndjenja, që ty frymën po të zënë! Ke jetë, e ti po e bën të vdes; ke aftësi, e ti po e mohon; ke vullnet, e ti po e varrosë, ke fryt për të shijuar, e ti po e braktisë. Vallë, për kë jeton dhe ç’jetë bën! A thua, mos ke lindur për të jetuar jetën e të tjerëve! Jo, ty të tjerët të bëjnë të ndihesh ashtu si ndihesh. E ç’ka pra ajo ndjenjë që ti nuk e bën të ndjejë aftësi, vullnet e fryt!</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:24pt;" dir="ltr">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:24pt;" dir="ltr">Po, sepse ti sheh, dëgjon e prek, atë që të tjerët ta detyrojnë. Jo, s’ta detyrojnë, por ti vetë përmbysesh, sikur të ishe i dehur, në llakën e tyre. Sikur të mos kishe pasur jetë fare, e as emër, e as personalitet, e as gjë fare. Ke dritaret me të cilat koncepton e percepton botën e brendshme dhe të jashtme tënden, por ti!, të pamirit, të dëgjuarit, të shijuarit, të prekurit, të ndijuarit ia detyron të bëjnë atë që bëjnë të tjerët!</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:24pt;" dir="ltr">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:24pt;" dir="ltr">Sheh atë që shohin të tjerët. Dëgjon atë që dëgjojnë të tjerët. Gjithçka bën turma, ia detyron ta bëjë edhe vetvetja jote. Ti pra je i huaj edhe për veten tënde. S’ke as botë të brendshme e as të jashtme. Nuk është botë e jotja, është e të tjerëve, e turmës. E si të të ndërgjegjësojë bota jote shpirtërore dhe mendore, kur ti nuk e ndjen atë. Po, sepse ti e ke bërë të vdes! Vrasës i vetvetes bëhesh!</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:24pt;" dir="ltr">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:24pt;" dir="ltr">Jo, po ti nuk vetmohesh! Nuk rri larg turmës që po të shuan nga dita në ditë. Ti je nën ndikimin e turmës, të njerëzve që ty çdo sekondë të mësojnë sesi duhet jetën ta bësh, sesi kohën ta kalosh, sesi të mendosh, të flasësh e të veprosh. E ti gjithçka pranon, ose hesht, sikur të 